10 Bencana Alam Paling Mematikan dalam 2 Dekade Terjadi hingga 2024
Kamis, 02 Januari 2025 - 20:19 WIB
“Itu adalah pertama kalinya para ilmuwan dengan jelas mengidentifikasi jejak perubahan iklim dalam suatu peristiwa cuaca tertentu dan menandai dimulainya bidang penelitian baru yang sekarang dikenal sebagai ‘ilmu atribusi’,” kata laporan tersebut seperti dilansir USnews
Menyebutkan peristiwa cuaca ekstrem lain dalam beberapa tahun terakhir, kajian itu menegaskan bahwa tidak ada yang disebut sebagai bencana alam semata; yang mengubah bahaya meteorologi menjadi bencana kemanusiaan adalah kerentanan dan paparan populasi terhadapnya.
“Pekerjaan kami, bersama literatur ilmiah lainnya, kini menunjukkan bahwa dalam setiap ton batu bara, minyak, dan gas yang dibakar, semua gelombang panas semakin panas, dan mayoritas besar kejadian hujan lebat, kekeringan, dan siklon tropis menjadi lebih intens.”
Laporan itu juga menyoroti bahwa dalam beberapa kasus, seperti gelombang panas mematikan di Rusia pada 2010, peran perubahan iklim dalam memperburuk skala peristiwa cuaca tersebut kemungkinan telah diremehkan.
“Gelombang panas paling ekstrem di seluruh dunia menjadi jauh lebih mungkin terjadi akibat perubahan iklim,” katanya.
Menyebutkan peristiwa cuaca ekstrem lain dalam beberapa tahun terakhir, kajian itu menegaskan bahwa tidak ada yang disebut sebagai bencana alam semata; yang mengubah bahaya meteorologi menjadi bencana kemanusiaan adalah kerentanan dan paparan populasi terhadapnya.
“Pekerjaan kami, bersama literatur ilmiah lainnya, kini menunjukkan bahwa dalam setiap ton batu bara, minyak, dan gas yang dibakar, semua gelombang panas semakin panas, dan mayoritas besar kejadian hujan lebat, kekeringan, dan siklon tropis menjadi lebih intens.”
Laporan itu juga menyoroti bahwa dalam beberapa kasus, seperti gelombang panas mematikan di Rusia pada 2010, peran perubahan iklim dalam memperburuk skala peristiwa cuaca tersebut kemungkinan telah diremehkan.
“Gelombang panas paling ekstrem di seluruh dunia menjadi jauh lebih mungkin terjadi akibat perubahan iklim,” katanya.
Lihat Juga :