Reaktor Nuklir ARC Mirip Teknologi Iron Man Hadir di AS
Jum'at, 27 Desember 2024 - 23:28 WIB
Reaktor ini diharapkan dapat beroperasi pada awal tahun 2030-an dan menghasilkan energi sebesar 400 megawatt.
Selain Amerika, negara-negara seperti China, Korea Selatan, dan UE juga sedang mengembangkan teknologi tokamak sendiri. 1 gram bahan bakar dapat menghasilkan energi yang sama dengan 10 ton batu bara tanpa emisi karbon.
Teknologi kubus Tesseract direproduksi untuk memberikan tenaga meski reaktornya hanya seukuran telapak tangan Tony Stark.
Di dunia nyata, reaktor ARC (Affordable, Robust, Compact) akan dibangun di Virginia, Amerika Serikat (AS) untuk menyediakan listrik bersih yang hampir tak terbatas.
Bahan bakar deuterium dan tritium akan diekstraksi untuk menghasilkan energi bersih dengan hanya helium dan neutron sebagai produk sampingan tanpa limbah radioaktif yang tertinggal.
CFS saat ini sedang membangun tokamak SPARC yang akan menjadi ruang fusi nuklir pada suhu yang lebih panas dari matahari.
Selain Amerika, negara-negara seperti China, Korea Selatan, dan UE juga sedang mengembangkan teknologi tokamak sendiri. 1 gram bahan bakar dapat menghasilkan energi yang sama dengan 10 ton batu bara tanpa emisi karbon.
Teknologi kubus Tesseract direproduksi untuk memberikan tenaga meski reaktornya hanya seukuran telapak tangan Tony Stark.
Di dunia nyata, reaktor ARC (Affordable, Robust, Compact) akan dibangun di Virginia, Amerika Serikat (AS) untuk menyediakan listrik bersih yang hampir tak terbatas.
Bahan bakar deuterium dan tritium akan diekstraksi untuk menghasilkan energi bersih dengan hanya helium dan neutron sebagai produk sampingan tanpa limbah radioaktif yang tertinggal.
CFS saat ini sedang membangun tokamak SPARC yang akan menjadi ruang fusi nuklir pada suhu yang lebih panas dari matahari.
Lihat Juga :