Apakah Perang Dunia 3 Benar-benar Memakai Senjata Nuklir?
Sabtu, 30 November 2024 - 18:33 WIB
Tidak hanya membentuk tentara yang kuat, mereka juga mengembangkan persenjataan canggih agar bisa mengungguli musuh dalam pertempuran. Salah satunya melalui pengembangan senjata nuklir.
Mengutip laporan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), sembilan negara bersenjata nuklir disebutkan terus memodernisasi persenjataan nuklir mereka. Masing-masing di antaranya Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, China, India, Pakistan, Korea Utara, dan Israel.
Mengacu data per Januari 2024, perkiraan menyebutkan total inventaris hulu ledak nuklir global mencapai 12.121. Dari angka ini, sekitar 9.585 berada dalam persediaan militer untuk penggunaan potensial.
Sebagian besar kepemilikannya dikuasai Rusia atau Amerika Serikat. Namun, untuk pertama kalinya China juga diyakini memiliki beberapa hulu ledak dalam siaga operasional tinggi.
India, Pakistan, dan Korea Utara juga dilaporkan tengah berupaya mengembangkan kemampuan untuk menempatkan beberapa hulu ledak nuklir pada rudal balistik. Hal ini semakin memperbesar kemungkinan penggunaannya jika perang terjadi di kemudian hari.
Mengutip laporan Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), sembilan negara bersenjata nuklir disebutkan terus memodernisasi persenjataan nuklir mereka. Masing-masing di antaranya Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Prancis, China, India, Pakistan, Korea Utara, dan Israel.
Mengacu data per Januari 2024, perkiraan menyebutkan total inventaris hulu ledak nuklir global mencapai 12.121. Dari angka ini, sekitar 9.585 berada dalam persediaan militer untuk penggunaan potensial.
Sebagian besar kepemilikannya dikuasai Rusia atau Amerika Serikat. Namun, untuk pertama kalinya China juga diyakini memiliki beberapa hulu ledak dalam siaga operasional tinggi.
India, Pakistan, dan Korea Utara juga dilaporkan tengah berupaya mengembangkan kemampuan untuk menempatkan beberapa hulu ledak nuklir pada rudal balistik. Hal ini semakin memperbesar kemungkinan penggunaannya jika perang terjadi di kemudian hari.
Lihat Juga :