Huawei Kalahkan Apple di Kandangnya Sendiri, Penjualan iPhone Keok di China!
Senin, 14 Oktober 2024 - 18:49 WIB
Permintaan yang kuat untuk model handset kelas atas Huawei, seperti seri Mate dan Pura, serta smartphone lipat seperti Mate XT yang baru diluncurkan, membantu mengangkat harga jual rata-rata dan pendapatan grosir perusahaan ke rekor tertinggi pada kuartal kedua, menurut TechInsights.
Dikatakan bahwa China tetap menjadi pasar inti Huawei, sebesar 89 persen dari pengiriman smartphone globalnya.
Huawei, yang memimpin pasar, memiliki pangsa 17,5 persen pada paruh pertama tahun ini, ketika total pengiriman domestik melebihi 140 juta unit untuk tumbuh 7,7 persen dari tahun lalu, menurut data dari firma riset IDC.
Menjelang rilis iPhone baru, Apple keluar dari peringkat lima besar vendor smartphone di China selama kuartal kedua. Pangsa pasar Apple di China daratan menyusut menjadi kurang dari 14 persen, menurut IDC.
Pendapatan raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino, California, di wilayah China– yang terdiri dari China daratan, Hong Kong, dan Taiwan – mencapai USD14,73 miliar (sekitar Rp 230 triliun) pada kuartal Juni, turun 6,5 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Dikatakan bahwa China tetap menjadi pasar inti Huawei, sebesar 89 persen dari pengiriman smartphone globalnya.
Pasar Smartphone Tiongkok Didominasi Merek Lokal
Pasar smartphone China terus mendapatkan momentum tahun ini, dengan lebih banyak konsumen tertarik pada merek lokal.Huawei, yang memimpin pasar, memiliki pangsa 17,5 persen pada paruh pertama tahun ini, ketika total pengiriman domestik melebihi 140 juta unit untuk tumbuh 7,7 persen dari tahun lalu, menurut data dari firma riset IDC.
Huawei Mate XT vs. iPhone 16
Smartphone lipat 5G Huawei Mate XT menghasilkan banyak gebrakan bulan lalu, ketika dirilis pada hari yang sama dengan seri iPhone 16 Apple yang menghantam rak-rak toko di hampir 60 negara.Menjelang rilis iPhone baru, Apple keluar dari peringkat lima besar vendor smartphone di China selama kuartal kedua. Pangsa pasar Apple di China daratan menyusut menjadi kurang dari 14 persen, menurut IDC.
Pendapatan raksasa teknologi yang berbasis di Cupertino, California, di wilayah China– yang terdiri dari China daratan, Hong Kong, dan Taiwan – mencapai USD14,73 miliar (sekitar Rp 230 triliun) pada kuartal Juni, turun 6,5 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Lihat Juga :