Siphonophora: Koloni Kloning yang Lebih Panjang dari Paus Biru!

Rabu, 02 Oktober 2024 - 07:45 WIB
Bioluminesensi merah sangat jarang karena panjang gelombang cahaya biru dan hijau yang pendek menempuh jarak yang lebih jauh di laut dan lebih membantu hewan laut secara evolusioner.

Menurut studi pada 2005 yang diterbitkan dalam jurnal Science oleh ahli biologi laut Steven Haddock dari Monterey Bay Aquarium Research Institute, cahaya merah ini dapat membantu menarik ikan karena mereka menganggapnya sebagai cahaya merah yang berasal dari alga di perut mangsa seperti copepoda.

Mangsa dan Predator

Siphonophora sering diburu oleh penyu atau ikan besar. Namun, beberapa spesies dapat menggunakan tentakel penyengat mereka untuk mempertahankan diri dari predator ini. Makhluk ini juga diburu oleh krustasea kecil dan transparan yang disebut phronima, atau kutu pram.

Baca Juga: Temuan Tengkorak Monster Laut Raksasa Pecahkan Rekor Dunia

Fakta Unik tentang Siphonophora:

- Siphonophora terbesar yang pernah ditemukan memiliki panjang 46 meter, lebih panjang dari paus biru!

- Beberapa Siphonophora dapat menghasilkan cahaya merah, yang sangat jarang ditemukan pada hewan laut.

- Siphonophora adalah koloni organisme kloningan yang bekerja sama untuk bertahan hidup.

- Setiap zooid dalam koloni Siphonophora memiliki fungsiyangspesifik.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!