Menakjubkan, Daya Tahan Burung Ini Jauh di Atas Atlet Maraton

Senin, 23 September 2024 - 08:33 WIB
Memiliki VO2 max yang lebih tinggi jelas merupakan hal yang baik, seperti yang dibuktikan sebuah studi tahun 2011 yang diterbitkan dalam Integrative Physiology. Dalam penelitian ini, para ilmuwan secara selektif membiakkan tikus laboratorium selama lebih dari 15 generasi menjadi dua kelompok: mereka dengan kapasitas lari treadmill bawaan (inborn) tinggi dan mereka dengan kapasitas lari treadmill rendah.

Mereka akhirnya mendapatkan dua kelompok tikus yang berbeda secara signifikan dalam hal V02 max. Pelari berkapasitas tinggi rata-rata memiliki skor VO2 max sekitar 35, sedangkan pelari berkapasitas rendah mencetak rata-rata VO2 max sebesar 25.

Yang luar biasa, para peneliti menemukan tikus pelari berkapasitas tinggi hidup 35% lebih lama secara rata-rata. Hal ini sesuai dengan penelitian manusia, yang menunjukkan bahwa kapasitas latihan aerobik yang rendah merupakan prediktor kuat morbiditas dan mortalitas prematur untuk orang dewasa yang sehat. Bahkan, ini merupakan prediktor yang lebih kuat terhadap penurunan kelangsungan hidup daripada faktor risiko lainnya, seperti merokok, hipertensi, atau diabetes.

Baca Juga: Perbandingan VO2 Max Pemain Timnas Indonesia U-19 vs Era Evan Dimas Dulu Menurut Indra Sjafri

Lantas mengapa kolibri memiliki VO2 max begitu tinggi dan menjadikannya ultra-marathoner sejati di alam:

1. Ukuran kecil



Secara umum, hewan yang lebih kecil cenderung memiliki nilai VO2 max yang lebih tinggi relatif terhadap ukuran tubuh mereka. Hal ini karena mereka sering memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi, yang memungkinkan mengonsumsi oksigen lebih efisien.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!