Arkeolog Temukan Hewan yang Hidup Jauh Sebelum Nabi Adam Ada
Minggu, 22 September 2024 - 06:50 WIB
Sekilas mungkin tampak seperti walrus, tetapi mamalia laut ini hidup di dekat Kutub Utara di sisi lain dunia.
Studi terbaru oleh Julien Benoit mengungkapkan bahwa figur bergading dalam lukisan suku San kemungkinan terinspirasi oleh fosil dicynodont, herbivora besar yang punah sekitar 200 juta tahun yang lalu.
Penemuan ini menunjukkan bahwa masyarakat San telah mengenal dan berinteraksi dengan fosil prasejarah, yang memperkaya imajinasi mereka dan menginspirasi karya seni mereka.
Benoit menekankan bahwa orang San memiliki mitos tentang makhluk besar yang pernah menghuni wilayah mereka, dan catatan sejarah menunjukkan bahwa mereka berbicara tentang nenek moyang yang berkaitan dengan "makhluk-makhluk buas" yang lebih besar dari gajah atau kuda nil. Ini menunjukkan pemahaman mereka yang mendalam tentang hewan yang punah dan waktu yang berbeda sebelum mereka.
"Tentu saja saat ini masih bersifat spekulatif, tetapi hewan bertaring pada panel Ular Bertanduk kemungkinan besar dilukis sebagai hewan pembawa hujan, yang berarti hewan ini mungkin terlibat [dalam] upacara mendatangkan hujan," kata Benoit kepada IFLScience.
Studi terbaru oleh Julien Benoit mengungkapkan bahwa figur bergading dalam lukisan suku San kemungkinan terinspirasi oleh fosil dicynodont, herbivora besar yang punah sekitar 200 juta tahun yang lalu.
Penemuan ini menunjukkan bahwa masyarakat San telah mengenal dan berinteraksi dengan fosil prasejarah, yang memperkaya imajinasi mereka dan menginspirasi karya seni mereka.
Benoit menekankan bahwa orang San memiliki mitos tentang makhluk besar yang pernah menghuni wilayah mereka, dan catatan sejarah menunjukkan bahwa mereka berbicara tentang nenek moyang yang berkaitan dengan "makhluk-makhluk buas" yang lebih besar dari gajah atau kuda nil. Ini menunjukkan pemahaman mereka yang mendalam tentang hewan yang punah dan waktu yang berbeda sebelum mereka.
"Tentu saja saat ini masih bersifat spekulatif, tetapi hewan bertaring pada panel Ular Bertanduk kemungkinan besar dilukis sebagai hewan pembawa hujan, yang berarti hewan ini mungkin terlibat [dalam] upacara mendatangkan hujan," kata Benoit kepada IFLScience.
Lihat Juga :