Minta Dihidupkan Kembali, Mayat asal Inggris Diterbangkan ke AS

Selasa, 17 September 2024 - 16:33 WIB
"Kami datang pada tahap di mana dokter hari ini telah menyerah. Obat-obatan dan teknologi saat ini tidak cukup untuk membuat Anda terus maju. Tapi kami mengatakan alih-alih hanya mengubur pasien, lebih baik berikan kepada kami," kata CEO Alcor Life Extension Foundation, Max More.

"Kami akan menstabilkan mereka, menghentikan mereka menjadi lebih buruk, dan menahan mereka selama yang dibutuhkan teknologi untuk mengejar dan memungkinkan mereka untuk hidup kembali dan terus hidup," katanya.

Natasha Vita-More, futuris dan penulis yang menikah dengan Max Moore, adalah salah satu dari 1.392 pasien yang masih hidup. Vita-More terdaftar untuk menjadi 'neurospended', artinya hanya otaknya yang akan diawetkan dengan kriopreservasi.

"Penyakit atau cedera disembuhkan atau diperbaiki dengn teknologi masa depan, dan orang tersebut memiliki tubuh baru yang dikloningatau tubuh mereka dihidupkan kembali dan bertemu dengan teman-teman mereka lagi," lanjut More.

Alcor Life Extension Foundation sendiri mengenakan biaya sekitar USD200.000 atau setara Rp 3 miliar untuk layanan pembekuan tubuh dan USD80.000 atau Rp 1,2 miliar untuk mengawetkan otak. Meski demikian, tidak ada jaminan bahwa di masa depan pasien bisa hidup kembali.

Yayasan mengatakan semua ini betgantung pada teknologi masa depan apakah bisa mrnghidupkan orang kembali atau tidak. Ia mebgatakan bahwa bagiannya hanya mengawetkan mayat saja.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!