Gara-gara Popularitas Kecerdasan Buatan, Samsung Berharap Cuan 15 Kali Lipat

Rabu, 10 Juli 2024 - 13:00 WIB
Optimisme mengenai potensi AI menjadi salah satu alasan utama reli pasar yang lebih luas selama setahun terakhir. Indeks S&P 500 dan Nasdaq di Amerika Serikat bahkan mencapai rekor baru pekan lalu.

Nilai pasar raksasa chip NVIDIA juga melonjak melewati USD3 triliun (Rp48.000 triliun) pada bulan lalu, sempat menempati posisi teratas sebagai perusahaan paling berharga di dunia. "Ledakan AI yang secara besar-besaran mendorong NVIDIA juga meningkatkan pendapatan Samsung dan bahkan seluruh sektor," tambah Einstein.

Baca Juga: Samsung Tegaskan Teknologi AI Tak Bisa Dihindari

Dampak Boom AI pada Samsung

Sebagai produsen chip memori, smartphone, dan televisi terbesar di dunia, Samsung juga mendapatkan keuntungan besar dari meningkatnya permintaan chip AI. Chip-chip ini digunakan dalam berbagai aplikasi AI, mulai dari pusat data hingga perangkat seluler.

Booming AI diperkirakan akan terus berlanjut dalam beberapa tahun mendatang, yang berarti permintaan chip AI juga akan tetap tinggi. Hal ini akan menjadi pendorong utama pertumbuhan Samsung Electronicsdimasadepan.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!