Ilmuwan Temukan Gerbang Neraka, Terlihat dari Luar Angkasa
Sabtu, 08 Juni 2024 - 06:35 WIB
Pengindraan jarak jauh resolusi tinggi yang dikumpulkan baik dari data satelit maupun melalui penerbangan drone di atas Batagaika digabungkan dengan sampel permafrost dan sampel tanah lainnya pada ekspedisi lapangan pada tahun 2019 dan 2023. Semua data itu dimasukkan ke dalam model komputer.
Model ini membantu memetakan dan memprediksi pencairan struktur geologis permafrost di bawahnya untuk mengetahui berapa banyak dan bahan apa yang mencair di dalamnya dan kemudian apa yang dilepaskan, apakah ke permukaan air tanah atau atmosfer. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan, seperti yang dikatakan Kizyakov, betapa dinamisnya bentang alam di daerah permafrost berubah.
Nikita Tananaev, seorang peneliti di Institut Permafrost Melnikov di Yakutsk, mencatat bahwa kebocoran dari kawah ini saja mengubah ekosistem di sekitarnya secara permanen. "Ini akan menyebabkan perubahan signifikan pada habitat sungai, dan efek sedimen yang keluar dari amblesan Kawah Batagaika bahkan terlihat di Sungai Yana, sungai utama di sekitarnya," kata Tananaev.
Model ini membantu memetakan dan memprediksi pencairan struktur geologis permafrost di bawahnya untuk mengetahui berapa banyak dan bahan apa yang mencair di dalamnya dan kemudian apa yang dilepaskan, apakah ke permukaan air tanah atau atmosfer. Hasil penelitian tersebut mengungkapkan, seperti yang dikatakan Kizyakov, betapa dinamisnya bentang alam di daerah permafrost berubah.
Nikita Tananaev, seorang peneliti di Institut Permafrost Melnikov di Yakutsk, mencatat bahwa kebocoran dari kawah ini saja mengubah ekosistem di sekitarnya secara permanen. "Ini akan menyebabkan perubahan signifikan pada habitat sungai, dan efek sedimen yang keluar dari amblesan Kawah Batagaika bahkan terlihat di Sungai Yana, sungai utama di sekitarnya," kata Tananaev.
(msf)
Lihat Juga :