Apakah Hajar Aswad Batu Meteorit dari Luar Angkasa?
Kamis, 06 Juni 2024 - 06:22 WIB
Baca Juga: Menakjubkan, Indahnya Hajar Aswad Dilihat dari Jarak Dekat
Ulasan berikutnya tentang Hajar Aswad dilakukan oleh kurator Koleksi Perhiasan Kerajaan Austro-Hungaria, Paul Partsch. Sosok ini adalah orang pertama yang menyatakan bahwa Hajar Aswad adalah batu meteorit pada tahun 1857. Namun berdasarkan ciri-ciri fisiknya, Robert Dietz dan John McHonde dari University of Illinois, AS pada tahun 1974 dalam dokumen Cosmic Debris: Meteorites in History University of California Press (1991), menyimpulkan Hajar Aswad sebenarnya adalah akik.
Menurut laman Ancient Origins, ahli geologi di Universitas Oxford, Inggris menunjukkan tanda bahwa Hajar Aswad adalah bagian dari meteorit . Ahli geologi Universitas Oxford, Anthony Hampton, mengakui bahwa penelitian terhadap Hajar Aswad sangat terbatas, karena tidak bisa sembarangan mengakses batu tersebut untuk diperiksa.
Oleh karena itu, Hampton mempelajari Hajar Aswad dengan menganalisis sampel pasir lokal yang diambil dari radius 2 kilometer dari tempat penemuan Hajar Aswad. Hasil analisis sampel mengungkapkan bahwa jumlah iridium atau logam yang ditemukan dalam meteorit di sampel tersebut memiliki kelimpahan dan lebih tinggi daripada rata-rata iridium yang ditemukan di kerak bumi.
Baca Juga: Asal Usul Hajar Aswad dan Keutamaan Menciumnya
Ulasan berikutnya tentang Hajar Aswad dilakukan oleh kurator Koleksi Perhiasan Kerajaan Austro-Hungaria, Paul Partsch. Sosok ini adalah orang pertama yang menyatakan bahwa Hajar Aswad adalah batu meteorit pada tahun 1857. Namun berdasarkan ciri-ciri fisiknya, Robert Dietz dan John McHonde dari University of Illinois, AS pada tahun 1974 dalam dokumen Cosmic Debris: Meteorites in History University of California Press (1991), menyimpulkan Hajar Aswad sebenarnya adalah akik.
Menurut laman Ancient Origins, ahli geologi di Universitas Oxford, Inggris menunjukkan tanda bahwa Hajar Aswad adalah bagian dari meteorit . Ahli geologi Universitas Oxford, Anthony Hampton, mengakui bahwa penelitian terhadap Hajar Aswad sangat terbatas, karena tidak bisa sembarangan mengakses batu tersebut untuk diperiksa.
Oleh karena itu, Hampton mempelajari Hajar Aswad dengan menganalisis sampel pasir lokal yang diambil dari radius 2 kilometer dari tempat penemuan Hajar Aswad. Hasil analisis sampel mengungkapkan bahwa jumlah iridium atau logam yang ditemukan dalam meteorit di sampel tersebut memiliki kelimpahan dan lebih tinggi daripada rata-rata iridium yang ditemukan di kerak bumi.
Baca Juga: Asal Usul Hajar Aswad dan Keutamaan Menciumnya
Lihat Juga :