OpenAI Bongkar Propaganda Berbasis AI oleh Israel dan China

Sabtu, 01 Juni 2024 - 15:06 WIB
Kampanye jahat tersebut berfokus pada berbagai topik seperti invasi Rusia ke Ukraina, konflik Gaza, serta politik di Eropa dan AS. (Foto: Gulfnews)
JAKARTA - OpenAI mengungkap kampanye propaganda terselubung berbasis AI oleh Israel, Rusia, China, dan Iran. Perusahaan yang didirikan oleh Sam Altman itu pun melakukan tindakan pencegahan untuk aktivitas penipuan di dunia maya menggunakan model AI miliknya.

Operasi propaganda yang berlangsung selama tiga bulan terakhir ini melibatkan aktor jahat untuk menghasilkan komentar pendek, artikel panjang dalam berbagai bahasa, dan membuat nama serta bio palsu untuk akun media sosial.



Kampanye tersebut berfokus pada berbagai topik seperti invasi Rusia ke Ukraina, konflik di Gaza , pemilihan umum India, serta politik di Eropa dan Amerika Serikat. OpenAI menyatakan operasi penipuan tersebut berupaya memanipulasi opini publik atau mempengaruhi hasil politik.

Baca Juga: Hadapi Sidang Genosida, Israel Disinyalir Bayar Google untuk Manipulasi Hasil Pencarian
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!