Pertama di Dunia, Rusia Ciptakan Sistem Pemantau Arktik dari Luar Angkasa

Senin, 29 April 2024 - 08:32 WIB
Wilayah Arktik di belahan bumi bagian utara merupakan samudera terkecil dan terdangkal di antara lima samudera di dunia. Samudra Arktik ditutupi oleh es sepanjang tahun. Namun wilayah ini memiliki cadangan sumber daya yang berlimpah berupa hidrokarbon, hasil laut dan pertambangan. Hal ini menjadikan Samudera Arktik sebagai objek kompetisi antar negara dalam memperebutkan sumber daya alam seperti minyak dan gas.

The U.S. Geological Survey mengestimasikan Samudera Arktik merupakan lokasi yang memiliki lebih dari 30% sumber daya gas alam yang masih tersisa di dunia. Menurut USGS, 60% minyak yang belum ditemukan di Samudra Arktik ada di wilayah milik Rusia. Menurut sekretaris dewan keamanan Rusia, Nikolai Patrushev, Samudra Arktik saat ini juga memasok lebih dari 90% permintaan nikel, cobalt, dan platinum Rusia.

Baca Juga: AS akan Bangun Gudang Senjata di Arktik Eropa

Samudera Arktik berbatasan dengan negara-negara yang termasuk dalam lingkar arktik yaitu Rusia , Amerika Serikat, Kanada, Norwegia, dan Denmark. Perubahan iklim yang terjadi mengakibatkan negara-negara tersebut mempunyai agendanya sendiri-sendiri terhadap kawasan tersebut. Terdapat perjanjian resmi yaitu United Nations Convention on the of the Sea (UNCLOS) yang dikeluarkan oleh PBB pada tahun 1982. UNCLOS mengatur mengenai batas wilayah perairan negara dan juga eksplorasi sumber daya alam.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!