Astronot Jepang Ikut Misi NASA, Bakal Jadi yang Pertama Mendarat di Bulan
Sabtu, 13 April 2024 - 14:00 WIB
Astronot Jepang tertentu yang dipilih untuk misi bersejarah ini masih belum diketahui. Namun, semua astronot Jepang menjalani pelatihan ketat untuk mempersiapkan tuntutan fisik dan mental dalam perjalanan luar angkasa. Proses seleksi mungkin akan mencakup evaluasi yang cermat terhadap pengalaman, keterampilan, dan kecocokan dengan anggota kru Amerika.
Baca Juga: Biden Lanjutkan Ambisi Trump Daratkan Astronot Artemis ke Bulan
Keterlibatan Jepang dalam Artemis lebih dari sekadar pengiriman astronot. Perdana Menteri Kishida menegaskan komitmen Jepang untuk menyediakan penjelajah bertekanan, sebuah peralatan penting yang memungkinkan astronot melakukan perjalanan jarak lebih jauh dan melakukan penelitian jangka panjang di permukaan bulan. Kontribusi ini mewakili komitmen Jepang terhadap kemajuan teknologi yang signifikan dan keberhasilan program Artemis.
Artemis 3, misi Artemis pertama dengan pendaratan berawak di bulan, saat ini dijadwalkan diluncurkan pada September 2026. Pengumuman tersebut memicu kegembiraan di seluruh dunia dan menandai lompatan maju yang besar dalam kerja sama internasional dalam eksplorasi ruang angkasa. Saat dunia menantikan peluncuran astronot Jepang terpilih, satu hal yang pasti: misi ini akan menginspirasi generasi baru ilmuwan dan penggemar ruang angkasa di seluruh dunia.
MG/Muhammad Rauzan Ranupane Ramadan
Baca Juga: Biden Lanjutkan Ambisi Trump Daratkan Astronot Artemis ke Bulan
Keterlibatan Jepang dalam Artemis lebih dari sekadar pengiriman astronot. Perdana Menteri Kishida menegaskan komitmen Jepang untuk menyediakan penjelajah bertekanan, sebuah peralatan penting yang memungkinkan astronot melakukan perjalanan jarak lebih jauh dan melakukan penelitian jangka panjang di permukaan bulan. Kontribusi ini mewakili komitmen Jepang terhadap kemajuan teknologi yang signifikan dan keberhasilan program Artemis.
Artemis 3, misi Artemis pertama dengan pendaratan berawak di bulan, saat ini dijadwalkan diluncurkan pada September 2026. Pengumuman tersebut memicu kegembiraan di seluruh dunia dan menandai lompatan maju yang besar dalam kerja sama internasional dalam eksplorasi ruang angkasa. Saat dunia menantikan peluncuran astronot Jepang terpilih, satu hal yang pasti: misi ini akan menginspirasi generasi baru ilmuwan dan penggemar ruang angkasa di seluruh dunia.
MG/Muhammad Rauzan Ranupane Ramadan
(msf)
Lihat Juga :