Puing Stasiun Luar Angkasa Jatuh Menimpa Rumah di Amerika
Rabu, 03 April 2024 - 08:25 WIB
Sebelumnya para ahli memperkirakan sebagian besar material akan terbakar habis saat memasuki atmosfer, tetapi beberapa mungkin lolos dan jatuh ke Bumi. Namun, ke mana komponen tersebut akan mendarat di Bumi tidak diperkirakan dengan tepat.
Kamera keamanan rumah merekam insiden ini. Kamera tersebut merekam suara hantaman keras pada pukul 2:34 sore waktu setempat (19:34 UTC) pada 8 Maret. Waktu ini bertepatan dengan catatan Komando Luar Angkasa AS, yang menunjukkan puing-puing ISS tercatat memasuki kembali atmosfer pada 2:29 sore EST (19:29 UTC). Para ahli mengamati puing-puing luar angkasa melintasi Teluk Meksiko menuju Florida barat daya sekitar waktu ini.
Menurut laporan tersebut, juru bicara NASA menyebutkan bahwa badan tersebut telah mengambil puing-puing dari kediaman Otero. Ilmuwan Kennedy Space Center NASA selanjutnya memeriksa barang tersebut secara cermat untuk menentukan sumber pastinya.
Selain itu, Otero memposting di X bahwa dia sedang menunggu tanggapan dari lembaga yang bertanggung jawab untuk menanggung biaya kerusakan rumahnya.
Baca Juga: Pemilik Sampah Luar Angkasa Kena Denda Rp2,32 Miliar
"Ini menjadi lebih menarik jika material ini ditemukan bukan berasal dari Amerika Serikat," kata Michelle Hanlon, direktur eksekutif Pusat Hukum Udara dan Luar Angkasa di Universitas Mississippi, dilansir dari Interesting Engineering.
Kamera keamanan rumah merekam insiden ini. Kamera tersebut merekam suara hantaman keras pada pukul 2:34 sore waktu setempat (19:34 UTC) pada 8 Maret. Waktu ini bertepatan dengan catatan Komando Luar Angkasa AS, yang menunjukkan puing-puing ISS tercatat memasuki kembali atmosfer pada 2:29 sore EST (19:29 UTC). Para ahli mengamati puing-puing luar angkasa melintasi Teluk Meksiko menuju Florida barat daya sekitar waktu ini.
Menurut laporan tersebut, juru bicara NASA menyebutkan bahwa badan tersebut telah mengambil puing-puing dari kediaman Otero. Ilmuwan Kennedy Space Center NASA selanjutnya memeriksa barang tersebut secara cermat untuk menentukan sumber pastinya.
Selain itu, Otero memposting di X bahwa dia sedang menunggu tanggapan dari lembaga yang bertanggung jawab untuk menanggung biaya kerusakan rumahnya.
Baca Juga: Pemilik Sampah Luar Angkasa Kena Denda Rp2,32 Miliar
"Ini menjadi lebih menarik jika material ini ditemukan bukan berasal dari Amerika Serikat," kata Michelle Hanlon, direktur eksekutif Pusat Hukum Udara dan Luar Angkasa di Universitas Mississippi, dilansir dari Interesting Engineering.
Lihat Juga :