Misteri Punahnya Macan Bali Lebih Tragis dari Harimau Jawa

Kamis, 28 Maret 2024 - 21:00 WIB
Melansir laman Awely Tigers, pada 1912, ahli zoologi Jerman, Ernst Schwarz, menggambarkan kulit dan tengkorak harimau betina dewasa dari Bali, dalam koleksi Museum Senckenberg.

Ia menamakannya Felis tigris balica dan berpendapat bahwa hewan ini berbeda dari harimau jawa.

Warna bulu harimau Bali lebih cerah dan tengkoraknya lebih kecil dengan lengkungan zygomatik yang lebih sempit.

Pada 1969, kekhasan harimau Bali dipertanyakan, karena analisis morfologi beberapa tengkorak harimau dari Bali mirip dengan harimau Jawa.

Perbandingan DNA mitokondria dilakukan dari 23 spesimen harimau Bali dan Jawa dengan subspesies harimau hidup lainnya.

Lalu, ditemukan bahwa ada kemiripan genetik yang dekat dengan harimau di Kepulauan Sunda. Harimau Bali disebut harimau terkecil di kepulauan Sunda.

Pada abad ke-20, hanya 7 kulit dan tengkorak harimau dari Bali yang disimpan dalam koleksi museum.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!