Gerhana Matahari Total, NASA Meluncurkan 3 Roket Spesial
Kamis, 28 Maret 2024 - 15:13 WIB
Jenis roket suborbital NASA ini tidak akan diluncurkan secara total. Sebaliknya akan dirilis dari Fasilitas Penerbangan Wallops di Pulau Wallops, Virginia yang mempunyai tingkat sinar 81% matahari yang akan terhalang oleh bulan. Momen tersebut akan terjadi pada pukul 15.33 waktu setempat meskipun gerhana akan terjadi antara pukul 14.06 hingga 16.33.
Fungsi roket ini bukanlah untuk pengukuran simultan pertama yang dilakukan dari lokasi berbeda di lapisan atmosfer bumi yang sangat khusus selama gerhana matahari.
Pada hari Sabtu, 14 Oktober 2023 pukul 10.00, 10.35, dan 11.10 waktu meredian, tiga roket yang sama diluncurkan ke bayangan bulan selama gerhana matahari sebagian lainnya. Ketiganya diluncurkan dari White Sands Missile Range, New Mexico, tempat terjadinya 90% gerhana matahari sebagian, mencapai ketinggian 216 mil, 219 mil, dan 218 mil.
Baca Juga: Gerhana Matahari Total, Sinyal Jutaan Ponsel Terancam Terganggu
Ketiga muatan ilmiah berhasil diambil untuk diterbangkan kembali dari Fasilitas Penerbangan Wallops untuk bagian kedua percobaan APEP. Sama seperti dari New Mexico, roket akan diluncurkan sebelum, selama, dan setelah puncak gerhana.
“Setiap roket akan mengeluarkan empat instrumen sekunder seukuran botol soda dua liter yang juga mengukur titik data yang sama, sehingga mirip dengan hasil lima belas roket, sementara hanya meluncurkan tiga,” kata Aroh Barjatya, seorang profesor fisika teknik di Embry-Riddle Aeronautical University di Florida, tempat dia memimpin Lab Instrumentasi Luar Angkasa dan Atmosfer.
2. Moon Shadow
Fungsi roket ini bukanlah untuk pengukuran simultan pertama yang dilakukan dari lokasi berbeda di lapisan atmosfer bumi yang sangat khusus selama gerhana matahari.
Pada hari Sabtu, 14 Oktober 2023 pukul 10.00, 10.35, dan 11.10 waktu meredian, tiga roket yang sama diluncurkan ke bayangan bulan selama gerhana matahari sebagian lainnya. Ketiganya diluncurkan dari White Sands Missile Range, New Mexico, tempat terjadinya 90% gerhana matahari sebagian, mencapai ketinggian 216 mil, 219 mil, dan 218 mil.
Baca Juga: Gerhana Matahari Total, Sinyal Jutaan Ponsel Terancam Terganggu
Ketiga muatan ilmiah berhasil diambil untuk diterbangkan kembali dari Fasilitas Penerbangan Wallops untuk bagian kedua percobaan APEP. Sama seperti dari New Mexico, roket akan diluncurkan sebelum, selama, dan setelah puncak gerhana.
“Setiap roket akan mengeluarkan empat instrumen sekunder seukuran botol soda dua liter yang juga mengukur titik data yang sama, sehingga mirip dengan hasil lima belas roket, sementara hanya meluncurkan tiga,” kata Aroh Barjatya, seorang profesor fisika teknik di Embry-Riddle Aeronautical University di Florida, tempat dia memimpin Lab Instrumentasi Luar Angkasa dan Atmosfer.
Lihat Juga :