Dunia Medis China Gempar, Bayi Ini Terlahir dengan Ekor
Rabu, 20 Maret 2024 - 14:13 WIB
Kasus unik ini dengan cepat menarik perhatian di media sosial Douyin, versi Tiongkok dari TikTok. Video unggahan tersebut mendapatkan lebih dari 34.000 tanda suka dan lebih dari 145.000 berbagi dalam beberapa hari setelah diposting pada 11 Maret 2024 lalu.
Meskipun ibu sang bayi tersebut mendesak para dokter untuk melakukan intervensi dan mengangkat ekor anaknya, para ahli bedah memilih untuk tidak melakukan intervensi bedah. Keputusan mereka berasal dari pemahaman bahwa ekor itu terhubung secara rumit dengan sistem saraf bayi, pengangkatannya kemungkinan akan menyebabkan kerusakan organ vital.
Baca Juga: China Temukan Tengkorak 'Manusia Naga', Diduga Spesies Baru Manusia
Keputusan ini mengingatkan pada kasus serupa di Guyana, Amerika Selatan. Para ahli bedah berhasil mengangkat ekor dari seorang bayi berusia 10 hari pada bulan Juni 2023 lalu. Dalam kasus tersebut, bayi laki-laki lahir dengan tulang belakang yang tidak normal, menyebabkan adanya penonjolan ekor.
Para ilmuwan mengemukakan bahwa tulang ekor, atau koksigis, berfungsi sebagai sisa-sisa masa evolusi manusia yang tidak lagi berfungsi. Fungsi ekor leluhur kita dulunya berperan penting dalam membantu keseimbangan selama aktivitas seperti memanjat pohon.
Meskipun ibu sang bayi tersebut mendesak para dokter untuk melakukan intervensi dan mengangkat ekor anaknya, para ahli bedah memilih untuk tidak melakukan intervensi bedah. Keputusan mereka berasal dari pemahaman bahwa ekor itu terhubung secara rumit dengan sistem saraf bayi, pengangkatannya kemungkinan akan menyebabkan kerusakan organ vital.
Baca Juga: China Temukan Tengkorak 'Manusia Naga', Diduga Spesies Baru Manusia
Keputusan ini mengingatkan pada kasus serupa di Guyana, Amerika Selatan. Para ahli bedah berhasil mengangkat ekor dari seorang bayi berusia 10 hari pada bulan Juni 2023 lalu. Dalam kasus tersebut, bayi laki-laki lahir dengan tulang belakang yang tidak normal, menyebabkan adanya penonjolan ekor.
Para ilmuwan mengemukakan bahwa tulang ekor, atau koksigis, berfungsi sebagai sisa-sisa masa evolusi manusia yang tidak lagi berfungsi. Fungsi ekor leluhur kita dulunya berperan penting dalam membantu keseimbangan selama aktivitas seperti memanjat pohon.
(msf)
Lihat Juga :