Mirip Manusia, Gajah Asia Mengubur Jasad Kawanannya
Kamis, 14 Maret 2024 - 16:05 WIB
Melalui metodologi ini, para peneliti mencatat perilaku dan memahami alasan di balik penguburan anak gajah tersebut. Mereka menyimpulkan bahwa gajah menguburkan kawanan mereka yang mati sebagai respons perilaku terhadap kematian anak gajah tersebut. Diduga gajah menunjukkan perilaku ini untuk menghindari bangkai yang dapat menarik predator, selain untuk mengurangi potensi penyebaran penyakit dari bangkai.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Gajah yang Memiliki Potensi Selamatkan Dunia
Selain itu, hal ini mungkin juga menjadi cara kawanan gajah untuk berkabung atas kehilangan anggota komunitas mereka. “Gajah adalah makhluk yang berpikir dan tahu apa yang mereka lakukan,” kata Akashdeep Roy, peneliti ekologi di Indian Institute of Science Education and Research, selaku penulis pendamping studi tersebut, kepada National Geographic.
Smithsonian Magazine juga menyoroti bahwa penduduk desa dan pengelola perkebunan teh mendengar gajah-gajah tersebut mengeluarkan suara keras - hingga 30 atau 40 menit - sebelum meninggalkan area penguburan, yang menurut para peneliti dapat menunjukkan bahwa kawanan tersebut sedang berkabung.
Pengamatan ini konsisten dengan hasil penelitian di tahun 2022, yang mengungkapkan bahwa gajah Asia menunjukkan perilaku protektif terhadap anggota kawanan yang mati, mengeluarkan suara dan terlibat dalam perilaku yang menunjukkan dukungan dan penghiburan bersama, mirip dengan reaksi menenangkan.
Baca Juga: 5 Fakta Unik Gajah yang Memiliki Potensi Selamatkan Dunia
Selain itu, hal ini mungkin juga menjadi cara kawanan gajah untuk berkabung atas kehilangan anggota komunitas mereka. “Gajah adalah makhluk yang berpikir dan tahu apa yang mereka lakukan,” kata Akashdeep Roy, peneliti ekologi di Indian Institute of Science Education and Research, selaku penulis pendamping studi tersebut, kepada National Geographic.
Smithsonian Magazine juga menyoroti bahwa penduduk desa dan pengelola perkebunan teh mendengar gajah-gajah tersebut mengeluarkan suara keras - hingga 30 atau 40 menit - sebelum meninggalkan area penguburan, yang menurut para peneliti dapat menunjukkan bahwa kawanan tersebut sedang berkabung.
Pengamatan ini konsisten dengan hasil penelitian di tahun 2022, yang mengungkapkan bahwa gajah Asia menunjukkan perilaku protektif terhadap anggota kawanan yang mati, mengeluarkan suara dan terlibat dalam perilaku yang menunjukkan dukungan dan penghiburan bersama, mirip dengan reaksi menenangkan.
Lihat Juga :