Bencana yang Nyaris Musnahkan Umat Manusia Ungkap Sejarah Evolusi
Rabu, 13 Maret 2024 - 08:33 WIB
Genom suatu spesies dapat menyimpan bukti masa-masa kritis ketika populasinya mengalami penurunan drastis. Perkawinan sedarah akibat populasi kecil ini dapat meningkatkan risiko kepunahan selama beberapa generasi, namun beberapa spesies berhasil pulih.
Pada kasus manusia, hambatan ini terjadi pada nenek moyang kita, kemungkinan Homo erectus, jauh sebelum Homo sapiens muncul. Jejak peristiwa ini masih dapat ditemukan dalam genom manusia modern.
Para ahli genetika dan paleontologi belum sepakat mengenai waktu pastinya. Perbedaan perkiraan waktu ini menjadi hambatan dalam memahami penyebab peristiwa ini.
Sebuah penelitian baru mengklaim telah menyelesaikan kontradiksi tersebut dan memberikan bukti adanya migrasi manusia yang sebelumnya tidak teridentifikasi dalam prosesnya.
Penelitian baru ini menunjukkan bahwa 900.000 tahun lalu, populasi Homo erectus mengalami penurunan drastis. Sekelompok kecil dari populasi ini kemudian bermigrasi keluar dari Afrika, membawa jejak genetik peristiwa nyaris punah tersebut.
Pada kasus manusia, hambatan ini terjadi pada nenek moyang kita, kemungkinan Homo erectus, jauh sebelum Homo sapiens muncul. Jejak peristiwa ini masih dapat ditemukan dalam genom manusia modern.
Para ahli genetika dan paleontologi belum sepakat mengenai waktu pastinya. Perbedaan perkiraan waktu ini menjadi hambatan dalam memahami penyebab peristiwa ini.
Sebuah penelitian baru mengklaim telah menyelesaikan kontradiksi tersebut dan memberikan bukti adanya migrasi manusia yang sebelumnya tidak teridentifikasi dalam prosesnya.
Penelitian baru ini menunjukkan bahwa 900.000 tahun lalu, populasi Homo erectus mengalami penurunan drastis. Sekelompok kecil dari populasi ini kemudian bermigrasi keluar dari Afrika, membawa jejak genetik peristiwa nyaris punah tersebut.
Lihat Juga :