Tiga Bulan Baru Berhasil Ditemukan di Tata Surya
Senin, 26 Februari 2024 - 14:27 WIB
Baca Juga: 62 Bulan Baru Ditemukan di Saturnus, Jadi Planet Pemilik Bulan Terbanyak Kalahkan Jupiter
Seperti halnya bulan-bulan Neptunus yang ada, termasuk Naiad, Thalassa, Despina, Galatea, dan Proteus, dua bulan yang baru ditemukan ini akan dinamai menurut nimfa laut Nereid dalam mitologi Yunani.
Jauh lebih sulit bagi astronom untuk menyelesaikan inventaris bulan di planet luar Neptunus dan Uranus dibandingkan dengan planet yang lebih dekat ke Bumi. Semua bulan dengan ukuran sekitar 2 kilometer telah ditemukan di Jupiter, sedangkan di Saturnus ukurannya 3 kilometer. Namun, untuk Uranus dan Neptunus, masing-masing antara 8 dan 14 kilometer. Hal ini sebagian karena Jupiter dan Saturnus telah dikunjungi beberapa kali oleh pesawat ruang angkasa, sementara Uranus dan Neptunus hanya dikunjungi sekali oleh wahana antariksa Voyager 2 milik NASA pada tahun 1986 dan 1989.
Namun, kesejajaran planet yang langka pada tahun 2030-an mungkin memberikan jendela untuk mengunjungi Uranus dan Neptunus setelah ketapel di sekitar Jupiter, meskipun pesawat ruang angkasa mana pun harus meninggalkan Bumi pada awal 2030-an untuk mencapai Uranus pada tahun 2040-an.
Seperti halnya bulan-bulan Neptunus yang ada, termasuk Naiad, Thalassa, Despina, Galatea, dan Proteus, dua bulan yang baru ditemukan ini akan dinamai menurut nimfa laut Nereid dalam mitologi Yunani.
Jauh lebih sulit bagi astronom untuk menyelesaikan inventaris bulan di planet luar Neptunus dan Uranus dibandingkan dengan planet yang lebih dekat ke Bumi. Semua bulan dengan ukuran sekitar 2 kilometer telah ditemukan di Jupiter, sedangkan di Saturnus ukurannya 3 kilometer. Namun, untuk Uranus dan Neptunus, masing-masing antara 8 dan 14 kilometer. Hal ini sebagian karena Jupiter dan Saturnus telah dikunjungi beberapa kali oleh pesawat ruang angkasa, sementara Uranus dan Neptunus hanya dikunjungi sekali oleh wahana antariksa Voyager 2 milik NASA pada tahun 1986 dan 1989.
Namun, kesejajaran planet yang langka pada tahun 2030-an mungkin memberikan jendela untuk mengunjungi Uranus dan Neptunus setelah ketapel di sekitar Jupiter, meskipun pesawat ruang angkasa mana pun harus meninggalkan Bumi pada awal 2030-an untuk mencapai Uranus pada tahun 2040-an.
(msf)
Lihat Juga :