Bulan Saturnus Miliki Air Berlimpah, tapi Mustahil Dihuni Manusia

Sabtu, 17 Februari 2024 - 12:19 WIB
Tim tersebut memperhatikan komet yang mempengaruhi Titan sepanjang sejarahnya yang telah melelehkan permukaan bulan beku itu, menciptakan genangan air cair. Mereka menentukan berapa banyak komet dengan berbagai ukuran yang akan menabrak Titan setiap tahunnya selama sejarahnya. Hal ini memungkinkan para peneliti untuk memprediksi laju aliran organik yang membawa air dari permukaan Titan ke bagian dalamnya.

Apa yang mereka perkirakan adalah bahwa laju transfer organik dari komet itu terlalu sedikit daripada 7.500 kg/tahun dari glicin - asam amino yang paling sederhana, yang membentuk protein dalam kehidupan. Ini kira-kira sama dengan massa gajah Afrika jantan.

Baca Juga: Pemandangan Aneh Titan Bikin Ilmuwan Bergetar, Bulan Terbesar Saturnus Berselimut Metana

"Satu gajah per tahun glikin ke dalam lautan 12 kali volume samudra Bumi tidak cukup untuk mendukung kehidupan. Di masa lalu, orang sering mengasumsikan bahwa air sama dengan kehidupan, tetapi mereka mengabaikan fakta bahwa kehidupan membutuhkan unsur-unsur lain, khususnya karbon," kata Neish.

Neish adalah bagian dari tim yang mengembangkan Dragonfly, wahana antariksa yang akan pergi ke Titan pada tahun 2028. Wahana rotorcraft (drone) ini akan mempelajari kimia prebiotik Titan, atau bagaimana senyawa organik terbentuk dan mengatur sendiri untuk asal-usul kehidupan di Bumi dan di luar sana.
(msf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!