Spesifikasi Bratishka, Robot Ambulans Canggih Milik Rusia
Senin, 22 Januari 2024 - 21:00 WIB
Baca Juga: Robot Anjing Rusia M-81 Pembawa Roket, Mirip Robot Buatan China
Bratishka, karya seorang penggemar dan insinyur robotika Rusia bernama Konstantin yang telah bekerja di bidang transporter robotik. Ia merancangnya bersama putranya yang berusia 15 tahun, Vyacheslav.
Mereka terinspirasi untuk membuat robot setelah teman-temannya yang terlibat dalam operasi militer khusus menceritakan kesulitan ketika mengevakuasi anggota pasukan yang terluka. Kendaraan nirawak ini memiliki panjang 1,2 meter dan berat sekitar 200 kilogram, dilengkapi dengan kamera, dan memiliki kapasitas angkut hingga 150 kilogram. Daya tahannya hingga lima jam, dan dapat bergerak hingga 10 kilometer per jam.
Bratishka dioperasikan dengan remote control menggunakan frekuensi terenkripsi dengan jangkauan hingga 2,5 kilometer, yang dapat ditingkatkan menjadi 10 kilometer menggunakan dronecopter dan penguat sinyal. Drone ini dilengkapi dengan pelindung cukup tebal untuk bertahan dari tembakan senapan mesin, dan Konstantin telah mengembangkan sistem pelempar granat asap untuk membuat penargetan musuh.
Baca Juga: Rusia Luncurkan Produksi Massal Robot Perang yang Bisa Bertempur Sendiri
Bratishka, karya seorang penggemar dan insinyur robotika Rusia bernama Konstantin yang telah bekerja di bidang transporter robotik. Ia merancangnya bersama putranya yang berusia 15 tahun, Vyacheslav.
Mereka terinspirasi untuk membuat robot setelah teman-temannya yang terlibat dalam operasi militer khusus menceritakan kesulitan ketika mengevakuasi anggota pasukan yang terluka. Kendaraan nirawak ini memiliki panjang 1,2 meter dan berat sekitar 200 kilogram, dilengkapi dengan kamera, dan memiliki kapasitas angkut hingga 150 kilogram. Daya tahannya hingga lima jam, dan dapat bergerak hingga 10 kilometer per jam.
Bratishka dioperasikan dengan remote control menggunakan frekuensi terenkripsi dengan jangkauan hingga 2,5 kilometer, yang dapat ditingkatkan menjadi 10 kilometer menggunakan dronecopter dan penguat sinyal. Drone ini dilengkapi dengan pelindung cukup tebal untuk bertahan dari tembakan senapan mesin, dan Konstantin telah mengembangkan sistem pelempar granat asap untuk membuat penargetan musuh.
Baca Juga: Rusia Luncurkan Produksi Massal Robot Perang yang Bisa Bertempur Sendiri
Lihat Juga :