Spesifikasi K9 Thunder, Sistem Artileri Canggih Korea Selatan Berkemampuan Mengerikan
Senin, 08 Januari 2024 - 16:05 WIB
Mengutip Army Technology, Senin (8/1/2024), pengembangan K9 Thunder dimulai sekitar 1989. Setelah melalui berbagai tahapan, produksinya bermula pada 1999.
Bentuk K9 Thunder dirancang dari bahan pelindung baja yang kuat. Konstruksinya ini diklaim mampu melindungi para awak dan peralatan di dalamnya dari pecahan peluru kaliber 155 mm hingga ranjau anti-personel.
Beralih ke dapur pacu, K9 Thunder membawakan mesin diesel 8 silinder MTU MT 881 Ka-500. Dipadukan bersama transmisi Allison ATDX1100-5A3, bekal tersebut mampu membuatnya menyemburkan tenaga hingga 1.000 hp.
Kemudian, sistem propulsinya juga memberikan kecepatan tertinggi yang mencapai 67 km/jam. Sementara untuk jangkauan jelajahnya sendiri adalah 360 km.
Pada segi persenjataan, perlengkapan utama yang dimiliki K9 Thunder adalah meriam kaliber 155 mm. Senjata tersebut memiliki laju tembakan maksimum 6-8 putaran (per menit) selama 3 menit.
Meriam tersebut mampu menembakkan proyektil berdaya ledak tinggi (High Explosive/HE). Peluru HE standar bisa memberikan daya jangkau 30 km, sedangkan peluru berbantuan roket dapat menjangkau hingga 40 km.
Bentuk K9 Thunder dirancang dari bahan pelindung baja yang kuat. Konstruksinya ini diklaim mampu melindungi para awak dan peralatan di dalamnya dari pecahan peluru kaliber 155 mm hingga ranjau anti-personel.
Beralih ke dapur pacu, K9 Thunder membawakan mesin diesel 8 silinder MTU MT 881 Ka-500. Dipadukan bersama transmisi Allison ATDX1100-5A3, bekal tersebut mampu membuatnya menyemburkan tenaga hingga 1.000 hp.
Kemudian, sistem propulsinya juga memberikan kecepatan tertinggi yang mencapai 67 km/jam. Sementara untuk jangkauan jelajahnya sendiri adalah 360 km.
Pada segi persenjataan, perlengkapan utama yang dimiliki K9 Thunder adalah meriam kaliber 155 mm. Senjata tersebut memiliki laju tembakan maksimum 6-8 putaran (per menit) selama 3 menit.
Meriam tersebut mampu menembakkan proyektil berdaya ledak tinggi (High Explosive/HE). Peluru HE standar bisa memberikan daya jangkau 30 km, sedangkan peluru berbantuan roket dapat menjangkau hingga 40 km.
Lihat Juga :