Jepang Masih Berpotensi Diguncang Gempa Berkekuatan Besar
Selasa, 02 Januari 2024 - 15:40 WIB
Belum ada aktivitas vulkanik di daerah ini selama 15,6 juta tahun. Namun, sebuah studi baru yang diterbitkan 8 Juni di jurnal JGR Solid Earth menemukan bahwa gempa terjadi dalam pola yang menunjukkan magma cair masih bergerak jauh di bawah permukaan dalam kaldera kuno yang runtuh.
“Gempa bumi ini disebabkan oleh pergerakan cairan magma ke atas melalui jaringan yang kompleks,” kata penulis utama studi Keisuke Yoshida, seorang ilmuwan Bumi di Pusat Penelitian Prediksi Gempa Bumi dan Letusan Gunung Berapi di Universitas Tohoku di Jepang, kepada Live Science.
Kawanan gempa mulai terasa pada Desember 2020. Sejak itu, telah terjadi lebih dari 1.000 gempa berkekuatan 2 magnitudo atau lebih besar. Termasuk satu gempa berkekuatan 5,4 pada Juni 2022 dan gempa berkekuatan 6,5 pada Mei 2023 yang menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya.
Yoshida dan rekan-rekannya menyelidiki kawanan tersebut dengan mempelajari gelombang seismik dari lebih dari 10.000 gempa berkekuatan 1 atau lebih besar yang terjadi di daerah tersebut dalam tiga tahun terakhir.
Mereka menemukan bahwa gempa tersebut berasal dari kedalaman 20 kilometer di kerak Bumi, sebelum secara bertahap bermigrasi ke kedalaman yang lebih dangkal. Gerakan ini konsisten dengan cairan yang naik melalui jaringan patahan yang ada.
“Gempa bumi ini disebabkan oleh pergerakan cairan magma ke atas melalui jaringan yang kompleks,” kata penulis utama studi Keisuke Yoshida, seorang ilmuwan Bumi di Pusat Penelitian Prediksi Gempa Bumi dan Letusan Gunung Berapi di Universitas Tohoku di Jepang, kepada Live Science.
Kawanan gempa mulai terasa pada Desember 2020. Sejak itu, telah terjadi lebih dari 1.000 gempa berkekuatan 2 magnitudo atau lebih besar. Termasuk satu gempa berkekuatan 5,4 pada Juni 2022 dan gempa berkekuatan 6,5 pada Mei 2023 yang menewaskan satu orang dan melukai puluhan lainnya.
Yoshida dan rekan-rekannya menyelidiki kawanan tersebut dengan mempelajari gelombang seismik dari lebih dari 10.000 gempa berkekuatan 1 atau lebih besar yang terjadi di daerah tersebut dalam tiga tahun terakhir.
Mereka menemukan bahwa gempa tersebut berasal dari kedalaman 20 kilometer di kerak Bumi, sebelum secara bertahap bermigrasi ke kedalaman yang lebih dangkal. Gerakan ini konsisten dengan cairan yang naik melalui jaringan patahan yang ada.
(wbs)
Lihat Juga :