AS Kembangkan Radar Luar Angkasa untuk Pantau Satelit Mata-mata Musuh
Jum'at, 08 Desember 2023 - 23:06 WIB
Angkatan Luar Angkasa berhasil melakukan pengujian terhadap demonstran teknologi untuk sistem DARC yang akan datang pada tahun 2021 di White Sands Missile Range di New Mexico. Pada tahun 2022, Northrop Grumman mendapat kontrak senilai USD341 juta untuk mengembangkan teknologi program tersebut.
Situs DARC yang pertama direncanakan berlokasi di Australia Barat dan diperkirakan akan online pada tahun 2026. Ketiga situs tersebut harus online pada tahun 2030, menurut pernyataan Space Force. Diperkirakan biayanya mencapai USD1 miliar.
“Dari situsnya di Australia, DARC akan berintegrasi dengan situs DARC lainnya di Amerika Serikat dan Inggris. Hal ini akan memberikan kemampuan kesadaran domain ruang angkasa untuk mencegah negara-negara melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kepentingan Australia,” kata Letjen John Frewen, Kepala Kemampuan Gabungan dari Australia.
Baca juga; Rusia Siap Luncurkan Satelit Radar Canggih, Mampu Pantau Area Seluas 120 Km
Pemilihan Australia sebagai lokasi DARC yang pertama terjadi ketika ketegangan militer terus meningkat di kawasan Indo-Pasifik yang meliputi Samudera Hindia dan Pasifik. Mekanisme di lokasi ini sebagian besar akan ditujukan untuk melawan meningkatnya kehadiran militer China.
Apalagi China saat ini memiliki dan mengoperasikan sekitar setengah dari satelit mata-mata intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) di dunia. “Sebagian besar mendukung pemantauan, pelacakan, dan penargetan pasukan AS dan sekutu di seluruh dunia,” menurut laporan Departemen Pertahanan tahun 2023 yang dikeluarkan untuk kongres AS.
Situs DARC yang pertama direncanakan berlokasi di Australia Barat dan diperkirakan akan online pada tahun 2026. Ketiga situs tersebut harus online pada tahun 2030, menurut pernyataan Space Force. Diperkirakan biayanya mencapai USD1 miliar.
“Dari situsnya di Australia, DARC akan berintegrasi dengan situs DARC lainnya di Amerika Serikat dan Inggris. Hal ini akan memberikan kemampuan kesadaran domain ruang angkasa untuk mencegah negara-negara melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kepentingan Australia,” kata Letjen John Frewen, Kepala Kemampuan Gabungan dari Australia.
Baca juga; Rusia Siap Luncurkan Satelit Radar Canggih, Mampu Pantau Area Seluas 120 Km
Pemilihan Australia sebagai lokasi DARC yang pertama terjadi ketika ketegangan militer terus meningkat di kawasan Indo-Pasifik yang meliputi Samudera Hindia dan Pasifik. Mekanisme di lokasi ini sebagian besar akan ditujukan untuk melawan meningkatnya kehadiran militer China.
Apalagi China saat ini memiliki dan mengoperasikan sekitar setengah dari satelit mata-mata intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) di dunia. “Sebagian besar mendukung pemantauan, pelacakan, dan penargetan pasukan AS dan sekutu di seluruh dunia,” menurut laporan Departemen Pertahanan tahun 2023 yang dikeluarkan untuk kongres AS.
Lihat Juga :