Waspada APK Undangan Pernikahan 2.0 Bawa Musibah, Bisa Kuras Rekening Korban
Rabu, 08 November 2023 - 22:39 WIB
Masalahnya, Alfons menyebut bahwa pengiriman OTP dilakukan menggunakan sarana SMS Short Message Services karena alasan praktis.
OTP menggunakan SMS memiliki cakupan pengguna paling luas, murah, mudah digunakan oleh semua kalangan dan tidak terlalu rumit dibandingkan OTP lain seperti Token atau aplikasi otentikasi seperti Google Authenticator atau Authy.
Celakanya, Alfons mengatakan, OTP menggunaan SMS ini termasuk kategori paling lemah dari sisi pengamanannya. Sebab, SMS merupakan teknologi komunikasi jadul yang tidak dienkripsi, mudah dicuri dan melibatkan pihak ketiga dalam pengirimannya.
“Nasabah dan bank yang menggunakan SMS sebagai OTP penting menyadari hal ini dan sangat berhati-hati dalam melakukan aktivitas digitalnya dan menjaga jangan sampai SMSnya bocor karena akan berakibat fatal dana rekeningnya dibobol,” ungkapnya.
OTP menggunakan SMS memiliki cakupan pengguna paling luas, murah, mudah digunakan oleh semua kalangan dan tidak terlalu rumit dibandingkan OTP lain seperti Token atau aplikasi otentikasi seperti Google Authenticator atau Authy.
Celakanya, Alfons mengatakan, OTP menggunaan SMS ini termasuk kategori paling lemah dari sisi pengamanannya. Sebab, SMS merupakan teknologi komunikasi jadul yang tidak dienkripsi, mudah dicuri dan melibatkan pihak ketiga dalam pengirimannya.
“Nasabah dan bank yang menggunakan SMS sebagai OTP penting menyadari hal ini dan sangat berhati-hati dalam melakukan aktivitas digitalnya dan menjaga jangan sampai SMSnya bocor karena akan berakibat fatal dana rekeningnya dibobol,” ungkapnya.
Rekayasa Sosial Aplikasi Undangan Pernikahan
Teknik baru yang marak dilakukan untuk mencuri SMS OTP dan sudah banyak memakan korban adalah teknik rekayasa sosial Undangan Pernikahan melalui Whatsapp.Lihat Juga :