Proses Kelahiran Bintang Sembunyikan Lubang Hitam di Balik Dinding Debu
Selasa, 07 November 2023 - 22:30 WIB
Sebelumnya, para ilmuwan berpendapat bahwa satu-satunya cara galaksi dapat menyembunyikan quasar secara efektif adalah dengan menggunakan cincin debu tebal, atau torus, di dekat lubang hitam supermasif yang menjadi sumbernya. Penelitian baru ini menunjukkan ada cara lain bagi beberapa galaksi untuk mengubur quasar dengan material yang lebih jauh.
“Debu yang menghalangi quasar ini sebenarnya merupakan sebuah kejutan. Kami tidak menyangka akan mengamati hal ini,” kata pemimpin penelitian Carolina Andonie, seorang ilmuwan di pusat astronomi ekstragalaktik Universitas Durham di Inggris, kepada laman Space, Selasa (7/11/2023).
Untuk mengetahui bahwa awan debu yang lebih jauh dapat menyelubungi quasar, tim yang dipimpin Durham mulai mengamati sampel “quasar berdebu” dengan Atacama Large Millimeter Array (ALMA) di Chili utara. ALMA adalah rangkaian 66 teleskop yang mampu mengintip melalui debu objek jauh menggunakan panjang gelombang cahaya yang panjang, seperti inframerah atau panjang gelombang pemancar panas.
Tim ilmuwan menemukan bahwa quasar berdebu ini cenderung berlokasi di galaksi yang sedang mengalami pembentukan bintang secara ekstrem, yang disebut “galaksi ledakan bintang”. Temuan penelitian ini adalah quasar yang tertutup oleh sejumlah besar gas dan debu lebih mungkin hidup di galaksi starburst.
Baca juga; Tiga Penemu Lubang Hitam Raih Penghargaan Nobel Fisika 2020
“Debu yang menghalangi quasar ini sebenarnya merupakan sebuah kejutan. Kami tidak menyangka akan mengamati hal ini,” kata pemimpin penelitian Carolina Andonie, seorang ilmuwan di pusat astronomi ekstragalaktik Universitas Durham di Inggris, kepada laman Space, Selasa (7/11/2023).
Untuk mengetahui bahwa awan debu yang lebih jauh dapat menyelubungi quasar, tim yang dipimpin Durham mulai mengamati sampel “quasar berdebu” dengan Atacama Large Millimeter Array (ALMA) di Chili utara. ALMA adalah rangkaian 66 teleskop yang mampu mengintip melalui debu objek jauh menggunakan panjang gelombang cahaya yang panjang, seperti inframerah atau panjang gelombang pemancar panas.
Tim ilmuwan menemukan bahwa quasar berdebu ini cenderung berlokasi di galaksi yang sedang mengalami pembentukan bintang secara ekstrem, yang disebut “galaksi ledakan bintang”. Temuan penelitian ini adalah quasar yang tertutup oleh sejumlah besar gas dan debu lebih mungkin hidup di galaksi starburst.
Baca juga; Tiga Penemu Lubang Hitam Raih Penghargaan Nobel Fisika 2020
Lihat Juga :