6 Hewan yang Punah Akibat Nafsu Makan Manusia

Senin, 06 November 2023 - 09:00 WIB
Spesies yang ditemukan oleh naturalis Jerman George W. Steller pada 1741. Sapi laut ini pernah menghuni wilayah dekat pantai Kepulauan Komador di Laut Bering. Jauh lebih besar daripada manate dan dugong masa kini, sapi laut ini mencapai panjang 9-10 meter dan berat sekitar 20 metrik ton.

Hewan jinak ini mengapung di permukaan peraian pantai, namun sayangnya tidak memiliki kemampuan untuk menyelam. Hal ini menjadikan mereka sasaran empuk bagi para pemburu anjing laut Rusia. Spesies ini musnah pada 1768, atau kurang dari 30 tahun setelah pertama kali ditemukan. Tidak ada spesimen yang diawetkan saat ini.

3. Merpati Penumpang



Dulunya terkenal karena kawanan migrasinya yang sangat besar sehingga membuat langit menjadi gelap selama berhari-hari, merpati penumpang diburu hingga punah pada 1900an.

Pemburu sering kali menyerbu tempat bersarangnya dan memusnahkan seluruh koloni dalam satu musim kawin. Sejak 1870, penurunan spesies menjadi drastis dan beberapa upaya gagal dilakukan untuk membiakkan burung di penangkaran. Merpati penumpang terakhir diketahui bernama Martha, mati pada 1 September 1914, di kebun binatang Cincinnati, Ohio.

Baca Juga: 5 Hewan Mamalia yang Sudah Punah, Nomor 2 Sangat Populer

4. Auroch Eurasia



Auroch Eurasia berbentuk seperti seekor lembu liar berukuran besar yang pernah berkeliaran di stepa Eropa, Siberia, dan Asia Tengah. Tingginya bisa mencapai 1,8 meter. Sebagai hewan buruan, Auroch Eurasia diburu secara berlebihan dan secara bertahap punah secara lokal di banyak wilayah jelajahnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!