3 Perangkat Futuristik yang Bisa Menggantikan Layar Sentuh
Kamis, 26 Oktober 2023 - 20:00 WIB
Meskipun saat ini baru ada di film fiksi ilmiah, implan neural di masa depan memungkinkan manusia melakukan tugas di komputer atau ponsel hanya dengan memikirkannya. Terwujudnya teknologi ini bisa jadi akan lebih cepat dari yang diperkirakan.
Neuralink milik Elon Musk misalnya. Perangkat ini memungkinkan menghubungkan otak manusia dengan perangkat komputer dan seluler dengan menerjemahkan sinapsis listrik menjadi kode, yang kemudian berinteraksi dengan perangkat elektronik. Teknologi ini akan menghilangkan kebutuhan layar sentuh, karena tugas-tugas di ponsel atau tablet dapat dilakukan dengan pikiran.
Teknologi ini telah diujicoba terhadap hewan selama bertahun-tahun dan kini mulai merambah ke manusia yang menderita kelumpuhan. Riset ini diperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar enam tahun untuk diselesaikan. Jika uji coba berhasil, kemungkinan besar implan Neuralink akan tersedia untuk publik.
Virtual Reality dan Augmented Reality sudah ada sejak beberapa dekade dan telah membuat kemajuan besar dalam beberapa tahun terakhir. Kemajuan dalam teknologi seperti mikrochip, daya pemrosesan, dan layar berfidelitas tinggi telah membuat VR dan AR jauh lebih dapat diakses.
Penerapan terbaru dari teknologi ini adalah headset Apple Vision Pro, yang menggabungkan baik VR maupun AR sambil memungkinkan tampilan 360 derajat yang imersif dari ruang-ruang 3D. Hal ini dapat menggantikan kebutuhan semua perangkat tambahan, seperti mouse dan keyboard, serta layar sentuh.
Fungsionalitas pada perangkat-perangkat ini tidak lagi terbatas pada ruang 2D, sehingga antarmuka tiga dimensi baru yang lebih berguna dapat dikembangkan untuk menciptakan opsi navigasi yang intuitif. Alih-alih memiliki layar sentuh sebenarnya, pengguna memiliki proyeksi layar yang berfungsi seperti tablet atau ponsel reguler di dalam ruang virtual. Perusahaan lain, seperti Meta, juga sedang mengembangkan tempat kerja virtual yang menggunakan beberapa fungsionalitas ini.
Meskipun dunia di mana antarmuka proyeksi 3D seperti dalam Star Trek mungkin terlihat masih jauh, kemampuan VR dan AR mengubah dunia dapat memungkinkan kita menciptakan hal-hal yang sulit dilakukan di dunia nyata dengan keterbatasan ilmu pengetahuan dan fisika.
Neuralink milik Elon Musk misalnya. Perangkat ini memungkinkan menghubungkan otak manusia dengan perangkat komputer dan seluler dengan menerjemahkan sinapsis listrik menjadi kode, yang kemudian berinteraksi dengan perangkat elektronik. Teknologi ini akan menghilangkan kebutuhan layar sentuh, karena tugas-tugas di ponsel atau tablet dapat dilakukan dengan pikiran.
Teknologi ini telah diujicoba terhadap hewan selama bertahun-tahun dan kini mulai merambah ke manusia yang menderita kelumpuhan. Riset ini diperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar enam tahun untuk diselesaikan. Jika uji coba berhasil, kemungkinan besar implan Neuralink akan tersedia untuk publik.
2. Virtual Reality & Augmented Reality
Virtual Reality dan Augmented Reality sudah ada sejak beberapa dekade dan telah membuat kemajuan besar dalam beberapa tahun terakhir. Kemajuan dalam teknologi seperti mikrochip, daya pemrosesan, dan layar berfidelitas tinggi telah membuat VR dan AR jauh lebih dapat diakses.
Penerapan terbaru dari teknologi ini adalah headset Apple Vision Pro, yang menggabungkan baik VR maupun AR sambil memungkinkan tampilan 360 derajat yang imersif dari ruang-ruang 3D. Hal ini dapat menggantikan kebutuhan semua perangkat tambahan, seperti mouse dan keyboard, serta layar sentuh.
Fungsionalitas pada perangkat-perangkat ini tidak lagi terbatas pada ruang 2D, sehingga antarmuka tiga dimensi baru yang lebih berguna dapat dikembangkan untuk menciptakan opsi navigasi yang intuitif. Alih-alih memiliki layar sentuh sebenarnya, pengguna memiliki proyeksi layar yang berfungsi seperti tablet atau ponsel reguler di dalam ruang virtual. Perusahaan lain, seperti Meta, juga sedang mengembangkan tempat kerja virtual yang menggunakan beberapa fungsionalitas ini.
Meskipun dunia di mana antarmuka proyeksi 3D seperti dalam Star Trek mungkin terlihat masih jauh, kemampuan VR dan AR mengubah dunia dapat memungkinkan kita menciptakan hal-hal yang sulit dilakukan di dunia nyata dengan keterbatasan ilmu pengetahuan dan fisika.
Lihat Juga :