Merawat Pasien Korban Kekejaman Zionis, Ahli Bedah Palestina Andalkan Lampu Ponsel

Minggu, 22 Oktober 2023 - 12:07 WIB
“Sejak Rabu pagi lalu, kami telah menerima 80 pasien sakit parah dan 12 jenazah yang tewas pasca serangan udara. Di antara pasien luka, dua di antaranya harus dibiarkan meninggal dunia karena rumah sakit kehabisan ventilator,''

“Kami harus membiarkan mereka mati. Mereka tiba di sini hidup-hidup. Beberapa hari lalu, kami memperingatkan risiko kehabisan bahan bakar. Hari ini (Kamis), hal itu mulai terjadi,''

“Kami merawat pasien hanya dengan menggunakan lampu portabel. Kami tidak memiliki banyak tempat tidur ICU. Kami gagal menyelamatkan lebih banyak orang. Jika hal ini terus berlanjut, akan lebih banyak anak-anak dan perempuan yang meninggal tanpa pertolongan medis,” kata Qandeel seperti dilansir dari Teheran News, Minggu (22/10/2023).

Klip video lainnya menunjukkan orang-orang berlari menuju area dekat rumah sakit yang terkena serangan udara Israel untuk mengeluarkan korban dari bawah reruntuhan. Tim penyelamat berseragam terlihat membawa korban ketika orang-orang berteriak ketakutan.

Lebih dari 200 truk dan sekitar 3.000 ton bantuan telah dikumpulkan di Penyeberangan Rafah, namun pekerjaan perbaikan belum dimulai untuk memperbaiki jalan di sisi Gaza yang rusak akibat serangan udara.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!