Elon Musk Disebut Sengaja Menghambat Pengguna X Buka Link Instagram dan Kompetitornya
Sabtu, 16 September 2023 - 10:24 WIB
Umumnya, untuk situs-situs yang tidak jadi kompetitor X, hanya butuh waktu 30 hingga 40 milidetik. Namun, akan berbeda ketika pranala yang tersedia merupakan milik dari platform Meta, Bluesky, dan Substack.
Dalam catatan The Verge, ini bukan pertama kalinya X menghambat akses ke platform-platform kompetitor. Pada Agustus 2023, The Washington Post mengungkap bahwa X melakukan penundaan akses untuk situs media sosial l maupun organisasi berita yang secara terbuka dan sering mengkritik Elon Misk.
Beberapa domain yang terkena dampak kebijakan itu dirasakan The New York Times dan Reuters. Saat itu, pengguna harus menunggu lima detik untuk dialihkan. Sebelumnya pada 2017 penelitian Google menemukan fakta bahwa waktu muat yang lambat dapat merugikan perusahaan yang menjalankan situs tersebut.
Seiring bertambahnya waktu muat halaman dari satu menjadi tiga detik, kemungkinan pengguna meninggalkan tautan meningkat sebesar 32 persen.
“Pemilik platform tidak dapat membangun bisnis berkelanjutan jika hubungan mereka dengan audiens bergantung pada media lain yang tidak dapat diandalkan. Apalagi yang bersedia melakukan langkah khusus bagi pihak-pihak yang dianggap musuh," analisa The Markup.
Dalam catatan The Verge, ini bukan pertama kalinya X menghambat akses ke platform-platform kompetitor. Pada Agustus 2023, The Washington Post mengungkap bahwa X melakukan penundaan akses untuk situs media sosial l maupun organisasi berita yang secara terbuka dan sering mengkritik Elon Misk.
Beberapa domain yang terkena dampak kebijakan itu dirasakan The New York Times dan Reuters. Saat itu, pengguna harus menunggu lima detik untuk dialihkan. Sebelumnya pada 2017 penelitian Google menemukan fakta bahwa waktu muat yang lambat dapat merugikan perusahaan yang menjalankan situs tersebut.
Seiring bertambahnya waktu muat halaman dari satu menjadi tiga detik, kemungkinan pengguna meninggalkan tautan meningkat sebesar 32 persen.
“Pemilik platform tidak dapat membangun bisnis berkelanjutan jika hubungan mereka dengan audiens bergantung pada media lain yang tidak dapat diandalkan. Apalagi yang bersedia melakukan langkah khusus bagi pihak-pihak yang dianggap musuh," analisa The Markup.
Lihat Juga :