Teknologi Kuno yang Menakjubkan, Komputer hingga Senjata Api Mematikan Bangsa Yunani
Rabu, 13 September 2023 - 23:22 WIB
Pada tahun 1970-an, para sejarawan menyimpulkan Antikythera adalah sejenis jam kosmik, yang menghitung dan melacak waktu melalui model tata surya. Upaya untuk menciptakan kembali alat ini telah mengungkap kompleksitasnya yang luar biasa. Mekanismenya menggunakan astronomi Babilonia, matematika dari Akademi Plato, dan teori astronomi Yunani kuno untuk menghitung peristiwa seperti fase bulan, siklus Olimpiade, garis bujur ekliptika bulan dan matahari, dan lain-lain. Para ilmuwan mengungkapkan bahwa komputer Yunani kuno ini mulai dioperasikan pada tahun 178 Sebelum Masehi (SM).
Baca Juga: Tak Disangka, 7 Teknologi Modern Ini Berasal dari Peradaban Kuno Mesopotamia
3. Pedang Damaskus
Berasal dari Timur Tengah pada abad kesembilan, pedang Damaskus terkenal karena lebih tajam, berkali-kali lebih kuat, dan lebih tahan lama ketimbang pedang Barat.
Pedang ini diberi nama Damaskus' berdasarkan kota asalnya dan mencerminkan pola aliran air yang menghiasi permukaannya. Polanya dibuat ketika pedang ditempa dengan batangan kecil baja wootz, yang diperoleh dari India, Sri Lanka atau Iran. Baja tersebut kemudian dilebur dengan arang dan didinginkan dengan kecepatan sangat lambat.
Saat ini, mustahil untuk benar-benar meniru pedang Damaskus asli karena baja wootz tidak lagi tersedia. Permintaan pedang baja Damaskus tetap tinggi selama berabad-abad, hingga senjata tersebut digantikan oleh senjata api pada awal abad ke-19.
MG/Athaya Ramadhan
Baca Juga: Tak Disangka, 7 Teknologi Modern Ini Berasal dari Peradaban Kuno Mesopotamia
3. Pedang Damaskus
Berasal dari Timur Tengah pada abad kesembilan, pedang Damaskus terkenal karena lebih tajam, berkali-kali lebih kuat, dan lebih tahan lama ketimbang pedang Barat.
Pedang ini diberi nama Damaskus' berdasarkan kota asalnya dan mencerminkan pola aliran air yang menghiasi permukaannya. Polanya dibuat ketika pedang ditempa dengan batangan kecil baja wootz, yang diperoleh dari India, Sri Lanka atau Iran. Baja tersebut kemudian dilebur dengan arang dan didinginkan dengan kecepatan sangat lambat.
Saat ini, mustahil untuk benar-benar meniru pedang Damaskus asli karena baja wootz tidak lagi tersedia. Permintaan pedang baja Damaskus tetap tinggi selama berabad-abad, hingga senjata tersebut digantikan oleh senjata api pada awal abad ke-19.
MG/Athaya Ramadhan
(msf)
Lihat Juga :