Rusia Luncurkan 3 Ribu Serangan Siber terhadap Ukraina Sepanjang 2023
Sabtu, 09 September 2023 - 16:18 WIB
Vitiuk mengklaim Rusia melancarkan antara 10 dan 15 serangan siber serius setiap hari dan banyak di antaranya menunjukkan tanda-tanda diluncurkan melalui koordinasi dengan serangan rudal dan manuver militer lainnya.
Bulan lalu, misalnya, Ukraina mengungkap dan memblokir plot malware Rusia yang berusaha menyusup ke sistem penting Ukraina dengan menggunakan perangkat seluler Android yang diambil dari pasukan Ukraina di medan perang.
Para pejabat Rusia selalu menyangkal keterlibatan dalam serangan siber, terutama yang ditujukan pada infrastruktur sipil. Namun klaim ini ditanggapi skeptis oleh Ukraina dan negara-negara Barat, khususnya Amerika.
“Rusia meningkatkan kemampuan dan upaya mereka di dunia maya. Ini adalah pertarungan sengit setiap hari,” kata Wakil Direktur CIA David Cohen, yang berbicara pada konferensi yang sama di Washington.
Tak hanya Ukraina, Rusia juga mendapat banyak serangan siber. "Ada serangan terhadap pemerintah Rusia, beberapa serangan peretasan dan kebocoran. Ada serangan ruang informasi pada siaran TV dan radio," kata Cohen.
Hingga kini pertahanan siber Ukraina memang masih kokoh. Namun Vitiuk menyatakan kewaspadaannya.
Bulan lalu, misalnya, Ukraina mengungkap dan memblokir plot malware Rusia yang berusaha menyusup ke sistem penting Ukraina dengan menggunakan perangkat seluler Android yang diambil dari pasukan Ukraina di medan perang.
Para pejabat Rusia selalu menyangkal keterlibatan dalam serangan siber, terutama yang ditujukan pada infrastruktur sipil. Namun klaim ini ditanggapi skeptis oleh Ukraina dan negara-negara Barat, khususnya Amerika.
“Rusia meningkatkan kemampuan dan upaya mereka di dunia maya. Ini adalah pertarungan sengit setiap hari,” kata Wakil Direktur CIA David Cohen, yang berbicara pada konferensi yang sama di Washington.
Tak hanya Ukraina, Rusia juga mendapat banyak serangan siber. "Ada serangan terhadap pemerintah Rusia, beberapa serangan peretasan dan kebocoran. Ada serangan ruang informasi pada siaran TV dan radio," kata Cohen.
Hingga kini pertahanan siber Ukraina memang masih kokoh. Namun Vitiuk menyatakan kewaspadaannya.
Lihat Juga :