Waduh, Penjahat Siber Mulai Gunakan AI Seperti ChatGPT untuk Membuat Malware Berbahaya

Rabu, 30 Agustus 2023 - 09:24 WIB
Baca Juga: Google Gunakan Cara Baru untuk Lawan Malware Pra-instal

Teknologi ini juga dapat meningkatkan serangan brute-force tradisional dengan secara cerdas memilih kemungkinan kata sandi berdasarkan pola, kamus, dan insiden sebelumnya. Dengan menganalisis pola dalam perilaku pengguna, aktivitas media sosial, dan informasi pribadi, algoritma AI dapat membuat tebakan cerdas tentang kata sandi, sehingga meningkatkan peluang akses yang berhasil.

AI Bisa Meningkatkan Keberhasilan Serangan

Selama tahap eksekusi, Shabab menyebut bahwa AI memiliki kemampuan untuk mengadaptasi perilaku malware sebagai respons terhadap langkah-langkah keamanan, sehingga meningkatkan peluang keberhasilan serangan.

Kekeliruan berbasis AI juga dapat membuat malware polimorfik yang mengubah struktur kodenya untuk menghindari deteksi. Penerjemah perintah dan skrip yang dipilih AI juga dapat menganalisis ekosistem target, memahami karakteristik sistem, dan memilih opsi yang paling sesuai untuk menjalankan skrip atau perintah berbahaya.

Taktik rekayasa sosial berbasis AI juga dapat meningkatkan kemungkinan pengguna berinteraksi dengan file berbahaya, sehingga meningkatkan keberhasilan fase eksekusi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!