Indonesia-Turki coba Kerja Sama di Bidang Penerbangan dan Antariksa
Rabu, 29 Juli 2020 - 18:03 WIB
“Pesawat R-80 saat ini sudah mampu memenuhi kapasitas penumpang 90-100 orang,” jelas Agung.
Berbeda halnya dengan Indonesia, industri kedirgantaraan Turki memang memprioritaskan pengembangan dan produksi pesawat tempur untuk kebutuhan militer negaranya. Mengingat Turki termasuk negara maju untuk bidang pengembangan teknologi pesawat tempur.
Presiden Turkey Aerospace Industry (TAI), mengatakan, bahwa dirinya melihat adanya potensi besar untuk dapat mengkolaborasikan kepentingan Turki dan Indonesia, sehingga Turki ke depannya dapat mengembangkan program passenger aircraft military program.
“Turki tetap akan melihat kemungkinan kerja sama untuk pengembangan pesawat penumpang dengan Indonesia,” tegas Menteri Industri dan Teknologi Turki, Mustafa Varank.
Menurut PT DI, Indonesia akan mencoba memasuki pasar komersil terhadap pesawat N-219 yang lebih besar untuk penggunaannya di wilayah Eropa, melalui langkah awal sertifikasi pesawat RI-68, RI-80, dan R-90, di Turki.
Berbeda halnya dengan Indonesia, industri kedirgantaraan Turki memang memprioritaskan pengembangan dan produksi pesawat tempur untuk kebutuhan militer negaranya. Mengingat Turki termasuk negara maju untuk bidang pengembangan teknologi pesawat tempur.
Presiden Turkey Aerospace Industry (TAI), mengatakan, bahwa dirinya melihat adanya potensi besar untuk dapat mengkolaborasikan kepentingan Turki dan Indonesia, sehingga Turki ke depannya dapat mengembangkan program passenger aircraft military program.
“Turki tetap akan melihat kemungkinan kerja sama untuk pengembangan pesawat penumpang dengan Indonesia,” tegas Menteri Industri dan Teknologi Turki, Mustafa Varank.
Menurut PT DI, Indonesia akan mencoba memasuki pasar komersil terhadap pesawat N-219 yang lebih besar untuk penggunaannya di wilayah Eropa, melalui langkah awal sertifikasi pesawat RI-68, RI-80, dan R-90, di Turki.
Lihat Juga :