Baru Terdeteksi, Asteroid Sebesar Dua Kali Patung Liberty Berpotensi Hancurkan Bumi
Jum'at, 04 Agustus 2023 - 07:36 WIB
Ilustrasi asteroid yang berpotensi berbahaya menghancurkan Bumi. (Foto: NASA)
JAKARTA - Teknologi terbaru untuk melihat ruang angkasa kian canggih. Sebuah parameter algoritma telah mendeteksi asteroid yang berpotensi ‘berbahaya' menghancurkan Bumi.
Para astronom University of Washington mengumumkan sistemnya melihat asteroid sepanjang 600 kaki atau setara dua kali ukuran Patung Liberty tersebar di sekitar Galaksi Bima Sakti atau mendekat ke arah Bumi.
Algoritma pengamatan bernama HelioLinc3D itu menjelajahi jalur pengamatan ruang angkasa dan mengidentifikasi pada 18 Juli 2023 sebuah gambar awal asteroid. Gambaran serupa ternyata pernah terdeteksi pada 19 September 2022, tetapi terlalu redup untuk ditangkap oleh teknologi pengamatan ruang angkasa kala itu.
Larry Denneau, astronom ATLAS, menilai obyek asteroid yang dinamai SF289 2022 mendekati batas sensitivitas. Dengan pembaruan teknologi, algoritma HelioLinc3D menunjukkan upaya memulihkan benda-benda samar ini selama mereka terlihat selama beberapa malam. "Ini, pada dasarnya, memberi kita teleskop yang lebih besar dan lebih baik'," kata Dennau dilansir dari Daily Mail.
Baca Juga: Heboh Asteroid Apophis, Inilah 10 Asteroid yang Mengancam Bumi di Tahun 2020
Teknologi algoritma lainnya terbukti melewatkan keberadaan SF289 2022 ketika melintas di sekitar area bintang Bima Sakti yang sangat padat.
Para astronom University of Washington mengumumkan sistemnya melihat asteroid sepanjang 600 kaki atau setara dua kali ukuran Patung Liberty tersebar di sekitar Galaksi Bima Sakti atau mendekat ke arah Bumi.
Algoritma pengamatan bernama HelioLinc3D itu menjelajahi jalur pengamatan ruang angkasa dan mengidentifikasi pada 18 Juli 2023 sebuah gambar awal asteroid. Gambaran serupa ternyata pernah terdeteksi pada 19 September 2022, tetapi terlalu redup untuk ditangkap oleh teknologi pengamatan ruang angkasa kala itu.
Larry Denneau, astronom ATLAS, menilai obyek asteroid yang dinamai SF289 2022 mendekati batas sensitivitas. Dengan pembaruan teknologi, algoritma HelioLinc3D menunjukkan upaya memulihkan benda-benda samar ini selama mereka terlihat selama beberapa malam. "Ini, pada dasarnya, memberi kita teleskop yang lebih besar dan lebih baik'," kata Dennau dilansir dari Daily Mail.
Baca Juga: Heboh Asteroid Apophis, Inilah 10 Asteroid yang Mengancam Bumi di Tahun 2020
Teknologi algoritma lainnya terbukti melewatkan keberadaan SF289 2022 ketika melintas di sekitar area bintang Bima Sakti yang sangat padat.
Lihat Juga :