Prediksi Gempa 2 Jam sebelum Kejadian, AS Kembangkan Alat Pendeteksi Gunakan Data GPS

Jum'at, 28 Juli 2023 - 14:13 WIB
Peristiwa ini melepaskan gelombang energi yang memicu guncangan di permukaan, yang bervariasi dari gemuruh kecil hingga gempa besar. “Mengidentifikasi pola gerakan halus ini dapat membantu para ilmuwan memperingatkan orang-orang tentang gempa bumi beberapa jam sebelumnya,” kata Quentin Bletery salah satu peneliti Universitas Nevada, dikutip SINDOnews dari laman Live Science, Jumat (28/7/2023).

Para peneliti menganalisis data GPS global dari lebih 90 gempa bumi dengan magnitudo lebih besar dari 7. Satelit GPS mampu mendeteksi pergerakan tanah dengan mengukur posisi sensor yang tertanam di sekitar Bumi dan mencatat seberapa besar perpindahannya dari waktu ke waktu.



Para ilmuwan melacak bagaimana pergerakan tanah bergeser dalam 48 jam menjelang setiap peristiwa, khususnya dengan memperhatikan jumlah dan arah guncangan. Mereka menemukan bahwa dua jam sebelum gempa bumi pecah, gerakan tanah horizontal dipercepat dalam pola konsisten.

Pola ini disebut "slip patahan lambat", yaitu saat tanah bergerak tanpa menghasilkan gelombang seismik atau getaran apa pun. Kemudian para peneliti mengulangi analisis ini pada 100.000 jendela waktu 48 jam acak yang tidak terjadi sebelum gempa bumi dan melihat pola serupa hanya pada 0,03% sampel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!