Kalender Matahari Stonehenge Belanda Ditemukan, Berusia 4.000 Tahun
Rabu, 21 Juni 2023 - 23:34 WIB
Dilanjutkan dia, dengan mempelajari perubahan warna dan peningkatan di tanah liat, mereka menemukan ada tiga gundukan penguburan di daerah tersebut. Gundukan terbesar memiliki diameter dua puluh meter.
"Kami juga menemukan sisa-sisa makam, terdiri dari 60 pria, wanita dan anak-anak di perbukitan," jelasnya.
Baca juga: Formula Parfum Tapputi yang Legendaris di Zaman Mesopotamia Terungkap, Ada Ritual Khusus
Para peneliti menemukan bahwa gundukan terbesar juga bertindak sebagai kalender matahari. Di sekitar bukit ini, ada parit dengan beberapa bagian yang mencolok.
"Matahari bersinar melalui bagian-bagian ini pada hari terpendek dan terpanjang tahun ini. Orang-orang menggunakan kalender untuk menentukan momen-momen penting seperti hari libur dan hari panen," pungkasnya.
"Kami juga menemukan sisa-sisa makam, terdiri dari 60 pria, wanita dan anak-anak di perbukitan," jelasnya.
Baca juga: Formula Parfum Tapputi yang Legendaris di Zaman Mesopotamia Terungkap, Ada Ritual Khusus
Para peneliti menemukan bahwa gundukan terbesar juga bertindak sebagai kalender matahari. Di sekitar bukit ini, ada parit dengan beberapa bagian yang mencolok.
"Matahari bersinar melalui bagian-bagian ini pada hari terpendek dan terpanjang tahun ini. Orang-orang menggunakan kalender untuk menentukan momen-momen penting seperti hari libur dan hari panen," pungkasnya.
(san)
Lihat Juga :