Diusir AS, India dan Inggris, Siap-Siap Indonesia Jadi Sasaran Empuk TikTok

Kamis, 23 Juli 2020 - 11:16 WIB
"Negara-negara yang paling banyak memasang aplikasi selama periode ini adalah India sebesar 18,8 persen dari total unduhan dan Amerika Serikat sebesar 8,7 persen," tulis Sensor Tower dikutip dari laman resminya, Sabtu (11/7/2020). (BACA JUGA: Berjoget India untuk TikTok di Jembatan Suramadu, 3 Emak-emak Diamankan Polisi )

Menurut Priori Data, India merupakan pasar terbesar TikTok. Sepanjang pertengahan tahun 2020, Aplikasi video pendek tersebut mencapai 99,8 juta unduhan (Juni). TikTok disebut-sebut merugi hingga USD 6 miliar atau Rp 87 triliun akibat pemblokiran oleh pemerintah India.

Amerika Serikat (AS) menyusul India dengan 45,6 juta unduhan TikTok. Namun pihak keamanan nasional AS juga meninjau perusahaan di balik TikTok, ByteDance pada November tahun lalu. Hasil investigasinya menyatakan adanya dugaan pengambilan data pengguna. Kini isu tersebut tengah mencuat secara global, TikTok tengah dihempas isu pencurian data pengguna untuk persaingan bisnis dan politik.

China masih menjadi pasar terbesar TikTok dengan menyumbang 69 persen total penghasilan sepanjang 2019 . Disusul Amerika Serikat dan Inggris dengan sumbangan penghasilan masing-masing sebesar 20 persen dan 2 persen.

Popularitas TikTok di Indonesia juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Dengan populasi yang diproyeksikan sekitar 269 juta jiwa pada 2020, TikTok lantas menjadi buah bibir masyarakat sejak 2018. Saat itu mereka baru saja mengakuisisi Musical.ly dan Bowo Alpenliebe jadi artis TikTok yang mengundang banyak kontroversi
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!