Banyak Suara Misterius di Atmosfer Bumi, Bergemuruh dalam Frekuensi Rendah
Senin, 15 Mei 2023 - 16:15 WIB
Ilmuwan dan penyelidik amatir telah mengirimkan balon ke stratosfer sejak tahun 1890-an. Salah satu eksperimen balon mikrofonik pertama, eksperimen militer rahasia tertinggi Proyek Mogul yang dirancang untuk mendeteksi suara dari uji coba bom atom Soviet pada akhir 1940-an.
Untuk menangkap soundscape stratosfer, Bowman dan rekan-rekannya membuat serangkaian balon plastik selebar 7 meter, mengikatnya dengan sensor infrasonik yang disebut mikrobarometer dan menambahkan bubuk arang. Sifat gelap arang memungkinkan sinar matahari memanaskan udara di dalam balon, membuat balon melayang.
"Balon kami pada dasarnya adalah kantong plastik raksasa dengan debu arang di dalamnya. Tenaga surya pasif ini cukup untuk membawa balon dari permukaan ke ketinggian lebih dari 20 km,” kata Bowman.
Dimulai dengan pelepasan balon pertama mereka pada tahun 2016, para peneliti mengirim 50 balon ke langit untuk merekam suara dentuman dan gemuruh rendah di stratosfer. Para peneliti awalnya mulai merekam suara dari letusan gunung berapi, kemudian menangkap suara lain yang ketika melintasi jalur penerbangan ratusan mil menggunakan GPS.
Untuk menangkap soundscape stratosfer, Bowman dan rekan-rekannya membuat serangkaian balon plastik selebar 7 meter, mengikatnya dengan sensor infrasonik yang disebut mikrobarometer dan menambahkan bubuk arang. Sifat gelap arang memungkinkan sinar matahari memanaskan udara di dalam balon, membuat balon melayang.
"Balon kami pada dasarnya adalah kantong plastik raksasa dengan debu arang di dalamnya. Tenaga surya pasif ini cukup untuk membawa balon dari permukaan ke ketinggian lebih dari 20 km,” kata Bowman.
Dimulai dengan pelepasan balon pertama mereka pada tahun 2016, para peneliti mengirim 50 balon ke langit untuk merekam suara dentuman dan gemuruh rendah di stratosfer. Para peneliti awalnya mulai merekam suara dari letusan gunung berapi, kemudian menangkap suara lain yang ketika melintasi jalur penerbangan ratusan mil menggunakan GPS.
Lihat Juga :