Gedung Putih Khawatir Kecerdasan Buatan Perbudak dan Ganggu Mental Pekerja

Selasa, 02 Mei 2023 - 07:30 WIB
Diketahui Amerika Serikat sejauh ini belum memiliki undang-undang yang mengatur kecerdasan buatan secara komprehensif. Tahun lalu Gedung Putih memang pernah mengusulkan RUU Hak Kecerdasan Buatan yang tidak mengikat dengan tujuan mencegah bahaya yang disebabkan oleh sistem kecerdasan buatan.

Baca juga : Pakai AI, Kreator Konten Lokal Sulap Ariana Grande dan Jungkook Lihai Nyanyi Lagu Indonesia

“Teknologi (AI) ini menyebabkan kerugian nyata dalam kehidupan orang Amerika, bahaya yang bertentangan denga nilai-nilai demokrasi inti kita, termasuk hak dasar atas privasi, kebebasan dari diskriminasi, dan martabat dasar kita,” kata seorang pejabat senior administrasi Gedung Putih, dikutip dari Reuters.

CNET menyebutkan sejauh ini pihak swasta yang telah menggunakan kecerdasan buatan dalam memonitor performa pekerja mereka adalah Amazon. Mereka mengawasi para pekerja yang ada di gudang-gudang penyimpanan mereka.

Hanya saja menurut mereka penggunaan AI sudah berkembang lebih jauh lagi. AI kini telah digunakan di bisnis logistik, perawatan, dan restoran cepat saji.
(wsb)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!