Usai Masa Pakai, Ilmuwan Pikirkan Strategi Daur Ulang Panel Surya

Sabtu, 18 Juli 2020 - 09:55 WIB
Beberapa negara memiliki peraturan untuk daur ulang PV, tetapi negara lain baru mulai mempertimbangkan solusinya. Sampai saat ini, hanya satu fasilitas daur ulang silikon kristalin yang ada di dunia. (Baca juga: Akui Israel, Google dan Apple Kompak Singkirkan Palestina)

Berdasarkan temuan itu, mereka merekomendasikan penelitian dan pengembangan untuk mengurangi biaya daur ulang dan dampak terhadap lingkungan, temasuk memaksimalkan pemulihan material. Mereka menyarankan untuk fokus pada silikon bernilai tinggi atau bahan silikon utuh.

Heath menyoroti kebutuhan untuk penelitian dan pengembangan proses pemurnian silikon. Pemenuhan terhadap standar silikon memungkinkan dapat digunakan kembali.

Heath dan rekan-rekannya mencatat bahwa dampak lingkungan dan ekonomi dari praktik daur ulang harus dieksplorasi menggunakan analisis tekno-ekonomi dan penilaian siklus hidup. Hal ini bertujuan untuk menghindari pemborosan dalam pembuatan panel surya dan menggunakan bahan lebih efektif agar menghasilkan listrik lebih efisien.

“Kami membutuhkan penelitian dan pengembangan karena akumulasi limbah akan menyelinap ke kami,” kata Silverman. (Lihat videonya: Pemulung Bawa Uang Rp7 Juta Hasil Jual Bansos Covid-19)

Ia menginginkan adanya proses yang tepat saat limbah PV sudah mulai menumpuk di beberapa tempat. Jika berhasil, temuan ini dapat berkontribusi di satu bagian dari putaran ekonomi PV. (Fandy)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!