Polusi Udara Terbukti Ganggu Pecatur Tampilkan Permainan Terbaik
Jum'at, 10 Februari 2023 - 15:45 WIB
Beberapa materi partikulat berasal dari sumber alami seperti gunung berapi atau kebakaran, tetapi sebagian besar polusi udara di kota. Sumbernya berasal dari antropogenik seperti pembangkit listrik dan kendaraan.
Untuk studi baru, para peneliti melacak 121 pemain catur di tiga turnamen dalam delapan minggu di Jerman dari 2017 hingga 2019, dan mencatat lebih dari 30.000 gerakan. Kecerdasan buatan membantu mereka menilai setiap gerakan, mengidentifikasi keputusan yang optimal, dan menandai kesalahan.
Baca juga; Skakmat Master GothamChess, Akun Catur Indonesia Gemparkan Dunia
Mereka juga menggunakan sensor di dalam tempat turnamen untuk mencatat tingkat PM 2.5, ditambah karbon dioksida dan suhu. Kondisi di luar ruangan dapat memengaruhi faktor-faktor tersebut, catat penulis, bahkan di dalam ruangan.
Tingkat PM 2.5 dalam ruangan selama turnamen berkisar antara 14 hingga 70 mikrogram per meter kubik udara, studi menemukan, sebanding dengan udara di banyak daerah perkotaan. Semua tanda menunjuk ke PM 2.5 sebagai penyebab kinerja pecatur menjadi buruk.
Para peneliti, menyebutkan variabel lain, seperti suhu, karbondioksida (CO2 ), dan tingkat kebisingan, tidak menunjukkan hubungan yang sama dengan keputusan pemain. Para peneliti juga memperhitungkan kualitas lawan pemain, dengan menggunakan sistem catur standar untuk menilai kinerja pecatur.
Untuk studi baru, para peneliti melacak 121 pemain catur di tiga turnamen dalam delapan minggu di Jerman dari 2017 hingga 2019, dan mencatat lebih dari 30.000 gerakan. Kecerdasan buatan membantu mereka menilai setiap gerakan, mengidentifikasi keputusan yang optimal, dan menandai kesalahan.
Baca juga; Skakmat Master GothamChess, Akun Catur Indonesia Gemparkan Dunia
Mereka juga menggunakan sensor di dalam tempat turnamen untuk mencatat tingkat PM 2.5, ditambah karbon dioksida dan suhu. Kondisi di luar ruangan dapat memengaruhi faktor-faktor tersebut, catat penulis, bahkan di dalam ruangan.
Tingkat PM 2.5 dalam ruangan selama turnamen berkisar antara 14 hingga 70 mikrogram per meter kubik udara, studi menemukan, sebanding dengan udara di banyak daerah perkotaan. Semua tanda menunjuk ke PM 2.5 sebagai penyebab kinerja pecatur menjadi buruk.
Para peneliti, menyebutkan variabel lain, seperti suhu, karbondioksida (CO2 ), dan tingkat kebisingan, tidak menunjukkan hubungan yang sama dengan keputusan pemain. Para peneliti juga memperhitungkan kualitas lawan pemain, dengan menggunakan sistem catur standar untuk menilai kinerja pecatur.
Lihat Juga :