Menelusuri Asal-Usul Burung, Berevolusi Lambat Sejak Zaman Jurassic
Senin, 30 Januari 2023 - 16:19 WIB
Natural History Museum menyebut, sampai saat ini belum ada penelitian yang melihat secara detail bagaimana variasi pada burung, terkhusus bagian tengkoraknya. Peneliti juga belum membandingkan dengan tengkorak milik dinosaurus yang sudah punah.
Seorang peneliti di Natural History Museum, Ryan Felice, menyatakan bahwa penelitian yang sudah dilakukan adalah sebatas melihat bentuk evolusinya. Dia beserta tim memindai tengkorak dinosaurus dan burung secara 3 dimensi atau 3D, guna membandingkan bentuknya.
Baca juga; Swedia Latih Burung Gagak untuk Memungut Sampah
Hasilnya, tim peneliti melihat bahwa tengkorak burung mengalami evolusi yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan seluruh jenis dinosaurus. Menurut Felice, hal itulah yang membuat burung memiliki spesies yang sangat beragam. Burung hanya mewakili sebagian kecil dari variasi nenek moyangnya, dinosaurus.
Proses berkembangnya burung menjadi beragam jenis dan varietas juga terjadi kala bumi mengalami kekosongan spesies, pasca kepunahan dinosaurus. Akibatnya, burung merajai peran-peran yang sebelumnya diisi oleh dinosaurus dan kerabat lainnya yang juga punah.
Spesies burung menyebar di hampir semua negara di dunia. Berdasarkan data yang terdapat di laman Mongabay, Kolombia adalah negara yang paling banyak memiliki spesies burung dengan 1.878. Pada tahun 2018, ada sekitar 126 spesies burung di negara ini yang terancam keberadaannya.
Seorang peneliti di Natural History Museum, Ryan Felice, menyatakan bahwa penelitian yang sudah dilakukan adalah sebatas melihat bentuk evolusinya. Dia beserta tim memindai tengkorak dinosaurus dan burung secara 3 dimensi atau 3D, guna membandingkan bentuknya.
Baca juga; Swedia Latih Burung Gagak untuk Memungut Sampah
Hasilnya, tim peneliti melihat bahwa tengkorak burung mengalami evolusi yang jauh lebih lambat dibandingkan dengan seluruh jenis dinosaurus. Menurut Felice, hal itulah yang membuat burung memiliki spesies yang sangat beragam. Burung hanya mewakili sebagian kecil dari variasi nenek moyangnya, dinosaurus.
Proses berkembangnya burung menjadi beragam jenis dan varietas juga terjadi kala bumi mengalami kekosongan spesies, pasca kepunahan dinosaurus. Akibatnya, burung merajai peran-peran yang sebelumnya diisi oleh dinosaurus dan kerabat lainnya yang juga punah.
Spesies burung menyebar di hampir semua negara di dunia. Berdasarkan data yang terdapat di laman Mongabay, Kolombia adalah negara yang paling banyak memiliki spesies burung dengan 1.878. Pada tahun 2018, ada sekitar 126 spesies burung di negara ini yang terancam keberadaannya.
Lihat Juga :