Ikut Aturan Turki, Kini Twitter Bebas Blokir
Selasa, 07 April 2015 - 08:31 WIB
Ikut Aturan Turki, Kini Twitter Bebas Blokir
A
A
A
SAN FRANCISCO - Twitter tampaknya sudah mulai melunak. Perusahaan jejaring sosial tersebut memenuhi permintaan pemerintah Turki dan kini bebas dari pemblokiran.
Dilansir dari Reuters, Selasa (7/4/2015), permintaan tersebut adalah menghapus foto-foto seorang jaksa yang disandera. Seperti yang disampaikan seorang pejabat, jaksa tersebut dalam kondisi di bawah ancaman todongan senapan oleh militan sayap kiri. Pembukaan blokir Twitter berlangsung beberapa jam setelah pencopotan foto tersebut.
Sayang, YouTube tidak seberuntung Twitter. Situs web berbagi itu masih dilarang oleh pihak berwenang, setelah pengadilan Istanbul memerintahkan media sosial, untuk menghapus konten apapun yang menggambarkan penculikan jaksa tersebut.
Sebagai informasi, Jaksa Istanbul Mehmet Selim Kiraz terlihat di gambar disandera dan kemudian tewas dalam aksi tembak-menembak, saat polisi berusaha membebaskan para sandera. "Twitter setuju menutup akun dan menghapus gambar yang berkaitan dengan penyanderaan minggu lalu. Akses situs ini akan dibuka kembali," kata pejabat senior Reuters sebelum situs dapat diakses lagi.
Situs micro-blogging bermaksud mengajukan banding atas perintah pengadilan Turki, kata seorang pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya. Situs media sosial lainnya pun ikut terpengaruh.
Facebook mengatakan telah memenuhi perintah pengadilan untuk membatasi akses ke beberapa konten. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan akan mengajukan banding.
Dilansir dari Reuters, Selasa (7/4/2015), permintaan tersebut adalah menghapus foto-foto seorang jaksa yang disandera. Seperti yang disampaikan seorang pejabat, jaksa tersebut dalam kondisi di bawah ancaman todongan senapan oleh militan sayap kiri. Pembukaan blokir Twitter berlangsung beberapa jam setelah pencopotan foto tersebut.
Sayang, YouTube tidak seberuntung Twitter. Situs web berbagi itu masih dilarang oleh pihak berwenang, setelah pengadilan Istanbul memerintahkan media sosial, untuk menghapus konten apapun yang menggambarkan penculikan jaksa tersebut.
Sebagai informasi, Jaksa Istanbul Mehmet Selim Kiraz terlihat di gambar disandera dan kemudian tewas dalam aksi tembak-menembak, saat polisi berusaha membebaskan para sandera. "Twitter setuju menutup akun dan menghapus gambar yang berkaitan dengan penyanderaan minggu lalu. Akses situs ini akan dibuka kembali," kata pejabat senior Reuters sebelum situs dapat diakses lagi.
Situs micro-blogging bermaksud mengajukan banding atas perintah pengadilan Turki, kata seorang pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya. Situs media sosial lainnya pun ikut terpengaruh.
Facebook mengatakan telah memenuhi perintah pengadilan untuk membatasi akses ke beberapa konten. Seorang juru bicara perusahaan mengatakan akan mengajukan banding.
(dyt)