Sebagian Besar Priangan Timur Dikuasai Telkomsel
Selasa, 28 Oktober 2014 - 21:52 WIB
Sebagian Besar Priangan Timur Dikuasai Telkomsel
A
A
A
BANDUNG - Bisnis seluler di sebagian besar wilayah Priangan Timur dikuasai oleh operator seluler Telkomsel. Meskipun begitu, anak perusahaan Telkom ini masih berkeinginan untuk makin menguatkan pasar di wilayah tersebut.
Branch Manager Telkomsel Tasikmalaya Fahmi Rojali mengatakan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pelayanan konsumen agar pasar yang dikuasainya makin luas lagi.
"Sebagian besar pasar di kawasan priangan timur yang meliputi Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran terus coba kami kuatkan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/10/2014).
Dia menyebutkan, potensi bisnis telekomunikasi di Jawa Barat wilayah Priangan Timur sangat menjanjikan. Sebagai bukti, total pendapatan industri telekomunikasi di kawasan ini mencapai Rp103 miliar per bulan. "Kami kuasai sekitar 75% dengan pendapatan Rp80 miliar per bulan," sebutnya.
Dari angka tersebut, layanan voice masih memiliki kontribusi terbesar yakni sekitar 80% dari total pendapatan. Sebaliknya, kontribusi layanan data masih relatif kecil sekitar 16%, sedangkan sisanya dari Short Message Service (SMS).
"Jumlaj pelanggan kami sekitar 3,2 juta. Kebutuhan pelanggan terlayani dengan keberadaan lebih dari 1.200 Base Transceiver Station (BTS). Lebih dari 50% BTS kami sudah 3G," katanya.
Dia melanjutkan, pihaknya juga fokus dalam upaya menciptakan wirausaha baru melalui sistem M-Kios. Melalui program ini, setiap warga dapat menjadi agen penjual pulsa dengan besaran modal yang sangat terjangkau.
"Para kepala daerah di wilayah Priangan Timur sangat mendukung program ini. Sebab, upaya melahirkan wirausaha baru ini diyakini akan menggerakan roda ekonomi. Dengan begitu, angka pengangguran akan semakin berkurang," katanya.
Sementara itu, Deputi EGM Telkom Regional 3 Jabar Soendoyoadi mengatakan, pihaknya memiliki 3 program utama diantara mendorong pertumbuhan revenue Telkomsel 'double digit'.
"Program yang Telkomsel canangkan perlu terus didorong karena akan berdampak positif juga terhadap kinerja bisnis Telkom. Selain membangun Indonesia Digital Network (IDN), kami juga memiliki tugas menumbuhkan revenue Telkomsel," katanya.
Dia menyebutkan, bisnis mobile memasuki fase perkembangan yang sangat pesat. Seluruh perusahaan berlomba masuk dalam bisnis ini termasuk perusahaan asing. Karenanya, Telkom berkewajiban mendukung Telkomsel.
"Telkomsel tidak dapat berdiri tanpa dukungan dari perusahaan induk. Telkom dan Telkomsel adalah satu keluarga, kami ingin maju bersama," katanya.
Dia melanjutkan, pihaknya membangun infrastruktur broadband melalui jaringan fiber optik dalam rangka membantu Telkomsel. Jaringan tersebut juga terhubung dengan BTS Telkomsel.
"Dengan begitu, sinyal Telkomsel akan lebih kuat dan stabil. Kami harap pelanggan menjadi lebih puas terhadap pelayanan yang diberikan Telkomsel. Broadband selalu menuntut fiber optik. Jika tidak maka kecepatannya pasti lambat sehingga akan membuat pelanggan kesal," katanya.
Branch Manager Telkomsel Tasikmalaya Fahmi Rojali mengatakan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pelayanan konsumen agar pasar yang dikuasainya makin luas lagi.
"Sebagian besar pasar di kawasan priangan timur yang meliputi Garut, Tasikmalaya, Ciamis, Banjar dan Pangandaran terus coba kami kuatkan," ujarnya kepada wartawan, Selasa (28/10/2014).
Dia menyebutkan, potensi bisnis telekomunikasi di Jawa Barat wilayah Priangan Timur sangat menjanjikan. Sebagai bukti, total pendapatan industri telekomunikasi di kawasan ini mencapai Rp103 miliar per bulan. "Kami kuasai sekitar 75% dengan pendapatan Rp80 miliar per bulan," sebutnya.
Dari angka tersebut, layanan voice masih memiliki kontribusi terbesar yakni sekitar 80% dari total pendapatan. Sebaliknya, kontribusi layanan data masih relatif kecil sekitar 16%, sedangkan sisanya dari Short Message Service (SMS).
"Jumlaj pelanggan kami sekitar 3,2 juta. Kebutuhan pelanggan terlayani dengan keberadaan lebih dari 1.200 Base Transceiver Station (BTS). Lebih dari 50% BTS kami sudah 3G," katanya.
Dia melanjutkan, pihaknya juga fokus dalam upaya menciptakan wirausaha baru melalui sistem M-Kios. Melalui program ini, setiap warga dapat menjadi agen penjual pulsa dengan besaran modal yang sangat terjangkau.
"Para kepala daerah di wilayah Priangan Timur sangat mendukung program ini. Sebab, upaya melahirkan wirausaha baru ini diyakini akan menggerakan roda ekonomi. Dengan begitu, angka pengangguran akan semakin berkurang," katanya.
Sementara itu, Deputi EGM Telkom Regional 3 Jabar Soendoyoadi mengatakan, pihaknya memiliki 3 program utama diantara mendorong pertumbuhan revenue Telkomsel 'double digit'.
"Program yang Telkomsel canangkan perlu terus didorong karena akan berdampak positif juga terhadap kinerja bisnis Telkom. Selain membangun Indonesia Digital Network (IDN), kami juga memiliki tugas menumbuhkan revenue Telkomsel," katanya.
Dia menyebutkan, bisnis mobile memasuki fase perkembangan yang sangat pesat. Seluruh perusahaan berlomba masuk dalam bisnis ini termasuk perusahaan asing. Karenanya, Telkom berkewajiban mendukung Telkomsel.
"Telkomsel tidak dapat berdiri tanpa dukungan dari perusahaan induk. Telkom dan Telkomsel adalah satu keluarga, kami ingin maju bersama," katanya.
Dia melanjutkan, pihaknya membangun infrastruktur broadband melalui jaringan fiber optik dalam rangka membantu Telkomsel. Jaringan tersebut juga terhubung dengan BTS Telkomsel.
"Dengan begitu, sinyal Telkomsel akan lebih kuat dan stabil. Kami harap pelanggan menjadi lebih puas terhadap pelayanan yang diberikan Telkomsel. Broadband selalu menuntut fiber optik. Jika tidak maka kecepatannya pasti lambat sehingga akan membuat pelanggan kesal," katanya.
(gpr)