Su Bin Didakwa Mencuri Data Pertahanan AS

Selasa, 19 Agustus 2014 - 16:32 WIB
Su Bin Didakwa Mencuri...
Su Bin Didakwa Mencuri Data Pertahanan AS
A A A
WASHINGTON - Dua orang pengusaha bernama Stephen Su dan Stephen Subin, telah ditangkap pada 28 Juni 2014, di British Columbia. Dia telah didakwa oleh Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Pusat California, karena akses komputer yang tidak sah, konspirasi melakukan pencurian rahasia dagang dan bersekongkol.

Melansir laman Softpedia, Selasa (19/8/2014), target mereka adalah tiga teknologi China yang digunakan untuk mengembangkan pesawat angkut militer Boeing C-17, dan jet F-35 serta F-22 untuk tempur, yang diproduksi oleh beberapa kontraktor pertahanan, Lockheed Martin.

Menurut surat dakwaan, bukti keterlibatan Su Bin dimulai pada 2009, ketika sebuah email diteruskan ke salah satu dari mereka, berisi draft kontrak untuk pembelian "Sistem Pengiriman Aman File Searah melalui Internet."

Kontrak tersebut dari sebuah perusahaan yang berlokasi di China, yang menginformasikan menglami serangan jaringan komputer dan pertahanan serta keamanan komunikasi.

Pertukaran email antara ketiga pihak telah dicegat oleh penegak hukum, yang menemukan bahwa informasi exfiltrated dari sistem perusahaan kedirgantaraan AS, dijual kepada entitas tertarik milik negara China.

Selama pemeriksaan tersebut ditemukan sebuah dokumen yang menjelaskan "Akuisisi 65 GB data dalam 630.000 file dan 85.000 folder file, yang termasuk scan gambar dan rincian teknis yang terkait dengan C-17 diperoleh dengan memperoleh akses ke jaringan Boeing pada Januari 2010," tulis dokumen yang ditemukan dalam pemeriksaan tersebut.

Dokumen tersebut juga menginformasikan bahwa pesawat telah dibangun dengan biaya sebesar USD3,4 miliar atau sekitar Rp39,7 triliun dihabiskan untuk biaya penelitian dan pengembangan.

Peran Su Bin dalam konspirasi, terdiri dalam memberikan bimbingan kepada dua hacker yang berbasis di China, perusahaan dan teknologi yang akan ditargetkan melalui intruksi komputer.

Setelah menembus sistem perusahaan, para hacker akan memberikan Su Bin informasi yang ditemukan, dan menerima instruksi bagaimana memecahkannya ke dalam folder yang tepat yang isinya harus tidak tersaring. Kemudian menyampaikan informasi ke China dilakukan dengan mengirimkan ke server di negara lain.
(dyt)
Berita Terkait
Tangkal Hackers, DANA...
Tangkal Hackers, DANA Perbarui Sertifikasi PCI-DSS
Jelang Pilpres, Hackers...
Jelang Pilpres, Hackers Serang Amerika Serikat Habis-habisan
Amerika Peringatkan...
Amerika Peringatkan agar Tidak Pekerjakan Hackers Korea Utara
Nah Loh, Hackers Mulai...
Nah Loh, Hackers Mulai Cari Cuan dengan Retas SPKLU Mobil Listrik
Kelompok Hacker Dukungan...
Kelompok Hacker Dukungan Iran Dituduh Targetkan Sektor-sektor Penting di AS
Microsoft Tuding Iran...
Microsoft Tuding Iran Dalang di Balik Aksi Peretasan Majalah Prancis Charlie Hebdo
Berita Terkini
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
4 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
5 jam yang lalu
Meta Luncurkan Agen...
Meta Luncurkan Agen Bisnis di WhatsApp, Instagram, dan Messenger
10 jam yang lalu
Heboh Grab Dikabarkan...
Heboh Grab Dikabarkan Kabur Gara-Gara Aturan Baru, CEO Neneng Buka Suara
10 jam yang lalu
Ambisi Gila IPO SpaceX:...
Ambisi Gila IPO SpaceX: Kejar Rp1.350 Triliun dalam Semalam
11 jam yang lalu
Mengapa Indonesia Mendadak...
Mengapa Indonesia Mendadak Jadi Kiblat Baru ChatGPT Images 2.0?
12 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved