Apple kembali desak pengadilan AS denda Samsung

Rabu, 02 April 2014 - 14:21 WIB
Apple kembali desak...
Apple kembali desak pengadilan AS denda Samsung
A A A
Sindonews.com - Apple Inc meminta hakim di pengadilan Amerika Serikat (AS) denda lebih dari USD2 miliar atas tuduhan pelanggaran hak paten Samsung.

Pertempuran panas di persidangan ini merupakan sidang ketiga perusahaan tersebut dalam dua tahun terakhir di pengadilan federal San Jose, California.

Dilansir dari Reuters, Rabu (2/4/2014), Kepala Pemasaran Apple, Philip Schiller bersaksi bagaimana shock-nya perusahaan melihat smartphone jenis Samsung bersaing dengan iPhone.

Juri mengambulkan tuntutan perusahaan pembuat iPhone itu sekitar USD930 juta pada 2012 di San Jose, California, tapi mereka gagal membujuk Hakim Distrik AS Lucy Koh mengeluarkan perintah permanen pelarangan penjualan ponsel Samsung.

Larangan penjualan menjadi ancaman serius bagi Samsung, yang memperoleh USD7,7 miliar pada kuartal hingga Desember. Di mana divisi mobile Samsung, yang mencakup smartphone memberikan laba operasional sekitar 5,47 triliun won (USD5,1 miliar).

Pengacara Apple, Harold McElhinny mengemukakan kepada delapan juri anggota, bahwa Samsung telah menjual lebih dari 37 juta ponsel dan tablet yang melanggar hak paten dan layak mendapat royalti rata-rata USD33 per telepon.

McElhinny menuturkan, Samsung tidak bisa bersaing dengan Apple dan telah mencapai krisis pada 2011. "Ini (mereka) menyalin banyak fitur," ucapnya.

Sidang saat ini melibatkan masalah hak paten Apple, yang meliputi fitur iPhone, seperti layar geser untuk membuka dan teknologi search. Apple sendiri kini tengah berusaha melarang penjualan beberapa ponsel Samsung, termasuk Galaxy S3.

"Mereka akan mencoba memberitahu Anda bahwa penemuan kami adalah sepele dan tidak berharga," ucap McElhinny.

Di sisi lain, pengacara Samsung, John Quinn mengatakan, perusahaan Korea Selatan tersebut menggunakan sistem operasi Android Google Inc. Fitur yang diklaim benar-benar dikembangkan Google, tidak menyalin Apple.

"Kami akan membuktikan kepada Anda bahwa Apple adalah perusahaan besar tetapi mereka tidak memiliki segalanya. Mereka tidak memiliki satu-satunya cara (sistem) search di ponsel," ujar Quinn.

Dalam upaya memenangkan larangan penjualan Samsung, dia menyebutkan, Apple sedang mencoba mengembaikan posisi terdepan di pasar smartphone.

"Dalam hal ini benar-benar Apple mencoba membatasi pilihan konsumen dan mendapatkan keuntungan yang tidak adil terhadap salah satu pesaing utamanya, Google Android," tandas Quinn.
(dmd)
Berita Terkait
Apple Jadi Pembeli Chip...
Apple Jadi Pembeli Chip Terbanyak Selama 2020
Penjualan iPhone Diprediksi...
Penjualan iPhone Diprediksi Melampaui Samsung untuk Pertama Kalinya
Tidak Mau Kalah dari...
Tidak Mau Kalah dari Apple, Samsung Ikut Hadirkan Fitur Panggilan Darurat Satelit
Ikuti Jejak Apple, Samsung...
Ikuti Jejak Apple, Samsung Bisa Bikin Susah Konsumen Flagship
Untuk Apa Dua Lubang...
Untuk Apa Dua Lubang Kecil di Ponsel Samsung?
Desain Bodi Samsung...
Desain Bodi Samsung Galaxy Z Flip Muncul di TENAA
Berita Terkini
Jalan Pintas Nostalgia:...
Jalan Pintas Nostalgia: Ragnarok Buka Server EDDGA, Naik Level Kini Sekejap Mata
29 menit yang lalu
Tragedi Bitcoin: Rp72...
Tragedi Bitcoin: Rp72 Triliun Hangus Terseret Tren Terburuk Sejak Agustus!
2 jam yang lalu
Kembalinya Jet Tempur...
Kembalinya Jet Tempur Dua Tempat Duduk di Era Perangan Modern
6 jam yang lalu
China Diam-diam Simpan...
China Diam-diam Simpan Ribuan Server di Dasar Laut, Apa Tujuannya?
9 jam yang lalu
Nvidia RTX Spark: Superkomputer...
Nvidia RTX Spark: Superkomputer Kemasan Sachet, Bikin Intel dan AMD Keringat Dingin
17 jam yang lalu
Korea Selatan Kembangkan...
Korea Selatan Kembangkan Teknologi Mesin Metana untuk Roket Luar Angkasa
18 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved