Database Penyimpan Informasi Pribadi 'Seberat' 800 GB Bertebaran di Internet

Minggu, 22 Maret 2020 - 19:00 WIB
Database Penyimpan Informasi...
Database Penyimpan Informasi Pribadi 'Seberat' 800 GB Bertebaran di Internet
A A A
WASHINGTON - Keamanan data pengguna biasanya merupakan topik besar untuk diperdebatkan karena maraknya serangan yang konsisten pada basis data pribadi. Baru-baru ini, sekelompok peneliti menemukan database sebanyak 800 GB yang menyimpan lebih dari 200 juta catatan pengguna terperinci "tergeletak" begitu saja di jaringan internet.

Masalahnya di sini, ungkap situs Giz China, database tersebut tidak dilindungi. Ini berarti data itu benar-benar terbuka kepada siapa saja yang membutuhkan informasi ini. Beruntung seluruh database dihapus pada 3 Maret lalu.

Laporan dari kelompok riset Lithuania, CyberNews, mengklaim, profil tersebut tampaknya berasal dari pengguna internet di AS. Data individu pada database termasuk nama lengkap dan judul, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, peringkat kredit, alamat real estat rumah dan hipotek, demografi, catatan hipotek dan pajak, dan informasi tentang kepentingan pribadi, dan investasi, serta politik, sumbangan amal, dan keagamaan.

“Kami dikejutkan oleh skala data yang diekspos. Kombinasi data aset pribadi, demografis, dan real estat merupakan tambang emas mutlak bagi penjahat siber,” kata tim CyberNews.

Penelitian tim CyberNews mengungkapkan bahwa data "folder utama" tampaknya berasal dari laporan peneliti Biro Sensus AS. Mereka melaporkan ini ke Biro Sensus AS sebagai pemilik potensial tetapi tidak ada jawaban.

CyberNews memonitor database ini selama beberapa bulan, tapi memiliki alasan untuk percaya bahwa itu telah terekspos lebih lama. Nah, kabar baiknya adalah bahwa penyerang akan membutuhkan pengetahuan teknis dasar untuk mengakses database ini.

Basis data sebenarnya menyimpan tiga folder. Folder utama memiliki informasi pengguna sementara dua folder lainnya menyimpan log panggilan dari departemen pemadam kebakaran AS dan daftar sekitar 74 stasiun sepeda Lyft. Dua folder lainnya tidak memiliki informasi pribadi. Namun, mereka berisi log panggilan (tanggal, waktu, lokasi, dan metadata lainnya) sejak 2010.

"Kehadiran folder yang berisi data panggilan layanan sepeda-berbagi dan pemadam kebakaran adalah yang paling membingungkan kami," kata mereka. "Mungkin data dalam dua folder ini mungkin dicuri atau digunakan oleh beberapa pihak pada saat yang sama," kata para peneliti berhipotesis.

Lebih jauh dikatakan, struktur data membuat kita percaya bahwa database itu milik perusahaan pemasaran data, atau perusahaan kredit atau real estate. Sedangkan phisher, scammer, dan penjahat siber lainnya pasti akan menemukan basis data seperti itu "sangat berguna".

Sampai sekarang, para peneliti tidak tahu pemilik dari database ini. Namun, banyak orang (terutama orang Amerika) saat ini dapat menghadapi risiko kejahatan dunia maya.
(mim)
Berita Terkait
Kebocoran Data Marak,...
Kebocoran Data Marak, RUU Pelindungan Data Pribadi Kian Mendesak
Perlindungan Data Penting...
Perlindungan Data Penting Demi Kelangsungan Bisnis
Urgensi Perlindungan...
Urgensi Perlindungan Data Pribadi
Pelajaran yang Dipetik...
Pelajaran yang Dipetik dari Maraknya Kebocoran Data Pribadi
Kebocoran Data Marak,...
Kebocoran Data Marak, Lembaga Negara Harus Lakukan Penetration Test
Kebocoran Data di Era...
Kebocoran Data di Era Digital, Seberapa Bahaya?
Berita Terkini
Cara Pakai Aplikasi...
Cara Pakai Aplikasi Deteksi Produk Israel, Mudah Banget!
13 menit yang lalu
5 Fakta Singa Putih,...
5 Fakta Singa Putih, Salah Satunya jadi Simbol Budaya dan Spiritualitas
1 jam yang lalu
Google Siapkan Fitur...
Google Siapkan Fitur Mode Desktop Mirip Samsung DeX untuk HP Android
2 jam yang lalu
Melampaui Zamannya,...
Melampaui Zamannya, Bukti Kecanggihan Teknologi Antariksa Zaman Firaun Terungkap
3 jam yang lalu
AS Kembali Perpanjang...
AS Kembali Perpanjang Batas Waktu Penjualan TikTok
6 jam yang lalu
Intel Siapkan Teknologi...
Intel Siapkan Teknologi Pendingin CPU Berperforma Tinggi
7 jam yang lalu
Infografis
Di Ambang Perang, India...
Di Ambang Perang, India Borong 26 Jet Tempur Rafale
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved